Umar Waga Cikidang Korban Amuk Aparat di Demonstrasi Jakarta Terluka, Team KDM Sukabumi Gerak Cepat ke RS Pelni 

SUKABUMITIMES.COM – Moh. Umar Amirudin (30) Warga Kampung Sukamukti RT/RW 001/001 Desa/Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi yang berprofesi sebagai driver ojol di Jakara menjadi korban salah sasaran amuk polisi yang berusaha membubarkan demontrasi mahasiswa dan pelajar di depan kompleks gedung DPR RI Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

Umar saat ini terkonfirmasi sudah mendapat penanganan yang intensif dari pihak Rumah Sakit Pelni Jakarta Barat, karena terdapat luka di bagian kepala dan tulang belakang.

Mendengar adanya warga Sukabumi yang menjadi korban dalam demontrasi di Jakarta tersebut, Egi Sonia dan Tomy Mulyana dari Team Kang Dedi Mulyadi (KDM) kabupaten/kota Sukabumi langsung menuju ke Jakarta untuk memastikan korban mendapat penanganan yang dari pihak rumah sakit.

Tomy Mulyana melalui sambutan telepon ketika dikonfirmasi sukabumitimes.com mengungkapkan bahwa saat ini dirinya bersama Egi Sonia masih berada di RS Pelni Jakarta Barat guna memastikan Moh. Umar ditangani dengan baik oleh pihak rumah sakit.

“Setelah mendengar ada warga Sukabumi yang menjadi korban amukan dari pihak aparat dalam demo Jakarta, saya beserta kang Egi berinisiatif untuk melihat langsung kondisi korban,” ungkap Tomy Mulyana melalui sambungan telepon pada Jumat (29/8/2025).

Tomy mengatakan kedatangan team KDM Sukabumi ke lokasi RS Pelni ini juga untuk memastikan kabar yang beredar ada warga Sukabumi yang meninggal dalam bentrok mahasiswa dan aparat.

“Kami berdua tadi malam langsung ke lokasi dimana Umar di rawat guna memastikan bahwa isu warga Kabupaten Sukabumi yang meninggal itu tidak benar. Korban luka di bagian kepala dan tulang belakang,” kata Tomy yang di dampingi Egi Sonia yang saat ini keduanya masih berada di Jakarta.

Menurut Tomy, untuk korban Moh. Umar sudah dipastikan aman dan mendapat pelayanan medis dengan baik oleh pihak RS Pelni.

“Koran saat ini tidak memiliki jaminan kesehatan, meskipun begitu kami jamin dan pastikan pembiayaan aman. Dalam hal ini kami sempat negosiasi dengan anggota DPRD provinsi Jakarta, yakni saudari Yuke siap untuk membiayai sampai tuntas. Dan ini Alhamdulillah,” ujar Tomy

Tomy melanjutkan, setibanya team KDM di RS Pelni sebenarnya sempat terhambat untuk melihat langsung kondisi korban di rumah perawatan.

“Setibanya sampai di sana untuk melihat Umar harus dengan negosiasi yang alot dengan pihak aparat keamanan. Korban dari Sukabumi kang Moh. Umar luka bagian kepala dan area tulang belakang, karena tendangan dari oknum aparat,” lanjutnya.

Untuk saat ini, korban sudah masuk ruangan dan dalam perawatan yang maksimal oleh pihak medis.

“Dan selamat, alhamdulilah sudah masuk ruangan. Adminstrasi nya sudah di jamin dan dalam perawatan yg maksimal,” tandasnya.

Sebenarnya, team KDM sengaja ke Jakarta untuk menjemput korban Umar untuk di lanjutkan perawatannya di Sukabumi.

“Karena korban masih dalam tindakan perawatan medis RS Pelni, maka untuk sementara ini kami tangguhkan dahulu. Meskipun begitu kami akan tetap memantau secara ketat perkembangannya,” ucapnya.

Adanya ke simpang siuran informasi yang beredar di masyarakat, Tomi dan Egi perlu mengklarifikasinya, bahwa korban itu sudah bekerja sebagai driver ojol dari 2017 hingga sekarang.

“Korban Moh. Umar Amirudin adalah korban salah sasaran aparat keamanan yang mengamankan demo mahasiswa,” imbuhnya.

“Korban saat itu sedang antar mahasiswa ke lokasi demo. Pada saat selesai mengantar, emang kondisi sedang ricuh sehingga korban salah sasaran oleh oknum aparat,” tambahnya.

Keduanya meminta doa kepada masyarakat Sukabumi, semoga Umar cepat pilih kembali.

“Kami minta bantu doanya saja semoga Umar cepat sembuh dan di bawa ke Sukabumi,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *