SUKABUMITIMES.COM – Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Kota Sukabumi H. Totong Suparman mengungkapkan masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi jantung peradaban.
Hal ini disampaikan dengan penuh semangat oleh Aa Haji Totong, begitu biasa disapa saat diwawancarai sukabumitimes.com di ruang kerjanya pada Senin (7/7/2025), beliau menyampaikan visi besar yang akan dijalankan DKM Kota Sukabumi dalam waktu dekat.
“Dalam waktu kedatangan ini kami akan melaksanakan rapat kerja (raker) sebagai ruh dari program-program keumatan yang strategis dan terstruktur,” ungkap Aa H. Totong
Aa H. Totong mengatakan, sebelum raker akan digelar terlebih dahulu pra raker sebagai forum persiapan membuat konsep manajemen masjid yang ideal dan menyeluruh.
“Raker ini nantinya akan mengundang seluruh pengurus dan bidang, demi menyatukan langkah dalam satu visi besar,” katanya.
Meskipun raker belum dilaksanakan, DKM tetap menjalankan program-program keagamaan yang bersifat tentatif dan tidak bisa ditunda, seperti peringatan Idul Adha.
“Uniknya, tahun ini penyembelihan hewan qurban dilakukan secara profesional di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), dan dagingnya dibagikan kepada 7.000 kepala keluarga di Kota Sukabumi,”jelasnya.
“Tentu saja ini sebuah langkah nyata dalam mengangkat nilai sosial masjid,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, DKM Masjid Agung juga telah menyiapkan rangkaian kegiatan menyambut bulan Muharam. Selain mengawal ketertiban pawai obor, mereka juga menggelar Islamic Book Fair dan ke depan akan mengadakan Fashion Fair, seminar harian, ceramah, dan lomba-lomba Islami dalam rangka menyambut bulan Maulid Nabi.
Aa Haji Totong menyebut bahwa berkat program-program yang dirancang ini, jumlah jamaah masjid meningkat drastis.
“Dari sebelumnya hanya satu saf saat Subuh, kini bisa mencapai delapan saf. Ini menjadi bukti bahwa masjid telah kembali menjadi pusat peradaban yang ramai dan bermanfaat,” sebutnya.
Tak hanya menjadi tempat sholat, masih menurut Aa H. Totong, Masjid Agung Kota Sukabumi kini bertransformasi sebagai tempat untuk belajar ilmu keimanan, sosial, budaya hingga ekonomi.
“Pasti kami akan membuat program dibuat dengan outcome yang jelas dan terukur, memberikan dampak yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Meski diakui bahwa kondisi masjid saat ini masih menghadapi tantangan, baik secara fisik maupun manajemen SDM, namun semangat untuk membenahi semuanya terus menyala. Dengan telah hadirnya website resmi Masjid Agung Kota Sukabumi, seluruh kegiatan dan program kini lebih transparan dan mudah diakses publik.
Melalui tagline “Membangun Peradaban Kota Sukabumi Melalui Masjid”, Aa Haji Totong menegaskan bahwa pihaknya ingin menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya.
Akhirnya, Aa H. Totong mengajak seluruh pengurus dan bidang untuk bersatu padu menyukseskan raker mendatang.
“Bukan sekadar rutinitas, tapi ini adalah panggilan ibadah, sebuah tanggung jawab relawan untuk memakmurkan masjid dan membangun peradaban dari dalamnya, pungkasnya. (rus).


























