SUKABUMITIMES.COM – Upaya membentuk lingkungan sekolah yang tangguh dan siap menghadapi bencana terus digencarkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society/RCJS), resmi memfokuskan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di tiga kecamatan, yakni Cisolok, Simpenan, dan Cisaat.
Program strategis ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, hingga para kepala sekolah.
Sosialisasi awal telah digelar belum lama ini, memperkenalkan rencana pelaksanaan SPAB untuk periode 2025 hingga 2027.
“Insya Allah program ini akan berjalan selama tiga tahun dengan dukungan pendanaan dari RCJS. Kami berharap SPAB menjadi langkah besar dalam membentuk satuan pendidikan yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara Adiwiguna.
Menurut Agung, program ini tak hanya soal pelatihan, tetapi juga membangun sinergi antara satuan pendidikan, PMI, RCJS, dan pemerintah daerah. Melalui pendekatan kolaboratif, sekolah diharapkan lebih sigap menghadapi ancaman bencana dengan sistem koordinasi yang cepat dan solid.
Dalam sosialisasi tersebut, turut hadiri perwakilan RCJS, Palang Merah Amerika, PMI Pusat, PMI Jawa Barat, PMI Kabupaten Sukabumi, serta jajaran Dinas Pendidikan.
“Kepala sekolah dan wakil dari wilayah target juga dilibatkan untuk memperkuat komitmen pelaksanaan SPAB, dan fokus awal dari sosialisasi ini mencakup pengumpulan data serta informasi seputar daerah-daerah rawan bencana. Ini penting sebagai dasar penyusunan strategi SPAB yang efektif,” jelas Agung.
Ia menambahkan, sekolah-sekolah yang terlibat akan menjadi pilot project bagi wilayah lain, terutama yang berada di zona rawan bencana. Harapannya, SPAB tak hanya mencetak sekolah tangguh, tetapi juga menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan pendidikan.
“Melalui SPAB, kami ingin siswa dan para pendidik memiliki pengetahuan serta kesiapsiagaan yang baik. Edukasi ini sangat penting agar mereka tahu bagaimana bersikap saat bencana terjadi,” pungkas Agung. (stm)
































