Perdalam Ilmu Agama Islam, SMPN 1 Kota Sukabumi Gelar Sanlat Ramadan

SUKABUMITIMES.COM – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Sukabumi kembali melaksanakan pesantren kilat (sanlat) Ramadan 1446 Hijriyah.

Ketua Kegiatan Sanlat Ramadan SMPN 1 Kota Sukabumi Nendi Kusnendi saat di temui sukabumitimes.com di sekolah pada Rabu (19/03/05) menyampaikan bahwa kegiatan sanlat berlangsung selama empat hari mulai hari Senin 17 Maret hingga Kamis 20 Maret 2025.

“Kegiatan sanlat di mulai dari jam 7.30 di awali dengan melaksanakan sholat Dhuha, kemudian pembacaan Asmaul Khusna, tadarus Alquran terakhir kuliah dhuha di laksanakan sampai jam 9.00 pagi,” ungkap Nendi

Nendi melanjutkan, setelah itu anak-anak siswa kembali masuk ke ruang kelas yang akan di berikan pembelajaran tentang keagamaan, mulai dari aqidah, fikih, dan keagamaan.

“Untuk pemateri melibatkan semua guru karena kita menggunakan sistem pembelajaran seperti biasa. Sesuai jam belajar namun untuk bulan suci Ramadan lebih dikhususkan pada keagamaan,” lanjutnya.

Untuk materi yang disampaikan, pihaknya mengikuti arahan atau juklak dari kementrian pendidikan.

“Seperti BTW baca tulis Qur’an, kami sarankan kepada seluruh anak-anak didik harus menghapal al quran juz 30 kemudian belajar menulis ayat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kota Sukabumi Jaja Jahidin berharap kegiatan ini bersifat wajib dilaksanakan bagi anak didiknya, dari awal sampai akhir. Selain itu anak didik di wajibkan membuat resume pemateri di kelas dan di luar kelas.

“Artinya di rumah masing-masing seperti mengikuti kuliah subuh dan sebagainya. Artinya pihak sekolah mendorong anak-anak lebih banyak melakukan hal positif seperti menimba ilmu di majelis ta’lim dan sebagainya,” harapnya.

Menurut Jaja, untuk pembelajaran agama di sekolah tidak cukup dalam waktu singkat, sehingga pihak sekolah mendorong anak-anak untuk mencari materi keagamaan di luar sekolah seperti bagaimana tata cara shalat yang benar, puasa yang benar dan materi keagamaan lainya.

“Dengan pertumbuhan anak yang mulai menginjak dewasa (balig) mereka di tuntut harus tahu betul kebenaran tentang agama Islam. Seperti bagaimana mana puasa yang lebih berarti artinya mereka puasa bukan hanya menahan haus dan lapar di sinilah kami memberikan dan mendorong anak-anak lebih tahu tentang puasa yang lebih berarti,” bebernya.

Selain itu, pihak sekolah akan mendidik mereka tentang kepekaan sosial artinya kita memberikan arahan kepada mereka agar bisa berbagi kepada sesama dan hari kemaren terbukti mereka mulai melaksanakan itu dengan berbagi sembako dan takjil kepada warga di wilayah dekat sekolah.

“Kurang lebih kemaren ada 97 paket sembako yang di salurkan oleh anak-anak,” terangnya.

Mereka di sini dituntut untuk melaksanakan shalat Dhuha dan di berikan materi keagamaan diruang kelas, sehingga kami berharap mereka bisa menyampaikan hal-hal positif kepada teman, saudara , hinga keluarga.

“Kami berharap Anak-anak di samping menimba ilmu, juga mereka dapat menularkannya,” harapnya.

Untuk pemateri sendiri semua di berikan oleh guru-guru yang sudah memahami materi keagamaan.

“Disini kita tidak hanya menyampaikan materi saja akan tetapi kita sampaikan secara praktek langsung,” pungkasnya. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *