SUKABUMITIMES.COM – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Sukabumi kembali melaksanakan gelar karya tahun 2025 yang bertajuk “Seniku Prestasiku” yang berlangsung selama empat hari, yakni dari tanggal 17 hingga 20 Februari 2024.
Kepala SMPN 1 Kota Sukabumi Jaja mengatakan, gelar karya ini tidak lain mempunyai tujuan adalah dalam bela mengajar serta penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Gelar karya ini bukan hanya sekedar afektif atau psikomotorik, namun penerapan belajar mengajar seperti gotong royong, kepekaan sosial, bekerja sama, disipilin,” kata Jaja kepada sukabumitimes.com ketika ditemuinya di ruangan kerja pada Selasa (17/2/2025).
Kepala SMPN 1 Kota Sukabumi ini menjelaskan, pada awal kegiatan ini dilaksanakan karnaval dengan mengusung baju adat dari berbagai daerah mulai dari Sabang sampai Merauke.
“Seperti baju adat mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan sampai Papua,” jelasnya.

Namun, menurutnya yang paling penting adalah perhatian dari orang tua.
“Dengan adanya kerjasama semua pihak pihak, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar,” menurutnya.
Melalui kegiatan ini, Jaja berharap hasil karya siswa dapat diperlihatkan sekaligus bisa di hargai. Sehingga pihaknya pada kegiatan awal mencoba melakukan pawai alegorisik dengan memperlihatkan hasil karya dan baju adat dari masing – masing daerah.
“Pawai ini dimulai dari depan sekolah berjalan menuju depan kantor Pemda Kota Sukabumi, langsung berjalan menuju bunderan Jogja dan kembali ke halaman depan sekolah, walaupun rutenya tidak panjang namun hasil karya ini bisa dilihat oleh masyarakat dan bisa mendapat penghargaan dan nilai positif dari masyarakat,” urainya.
Pantauan lapangan sukabumitimes.com, antusias siswa sangat tinggi dengan kegiatan ini, sehingga pihaknya berharap ke depan para siswa ini memiliki tanggung jawab besar terhadap NKRI yang beraneka ragam mulai dari suku, adat, budaya sehingga ke depan akan muncul pemahaman sebagai dasar mereka untuk membangun bangsa.

“Kita tidak tahu nasib mereka ke depan, apakah suatu saat nanti di masa depan mereka bisa saja ada yang menjadi pemimpin bangsa?, yang jelas kegiatan ini sebagai dasar pemahaman bagi mereka sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Dirinya menilai tantangan ke depan mungkin akan lebih besar, sehingga kita persiapkan anak -anak semenjak dini.
“Mulai dari pengetahuannya, wawasan, attitude hingga keterampilannya,” nilainya
Untuk hasil karya anak-anak lebih dominan di buat dari bahan bekas, seperti baju adat dan ornamen-ornamen tertentu, ide ini merupakan hasil inisiasi dari para guru.
“Alhamdulilah hasil karya seperti baju adat yang di buat dari bahan bekas bisa diperlihatkan dalam gelaran parade dan untuk ornamennya seperti gelang dan lainya diperlihatkan di acara Bazar,” tuturnya
Pada kegiatan gelar karya ini bagaimana anak-anak dapat memanage sekaligus bisa menawarkan hasil karya yang mereka buat sehingga hasilnya bisa menjadi nilai rupiah dan ini merupakan suatu pembelajaran bagi mereka.
“Banyak hasil karya yang mereka buat untuk di tawarkan kepada para tamu yang hadir, seperti menawarkan aksesoris hingga produk makanan, seperti kue,” lanjutnya.
Gebyar karya ini hal yang positif sebagai gambaran kepada masyarakat, bahwa kurikulum merdeka dititikberatkan kepada kemampuan dan kompetensi siswa menjadi acuan sehingga para siswa memliki inisiasi dan kemampuan sendiri, wawasan hingga pengalaman.
“Sehingga hasil gelar karya ini menjadi suatu pengalaman bagi mereka di kemudian hari,” pungkasnya. (rus)
























