Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Minajaya Sukabumi 

SUKABUMITIMES.COM – Warga Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di perairan Pantai Minajaya.

Mayat tersebut ditemukan pada Selasa, 11 Februari 2025, sekitar pukul 08.00 WIB, oleh dua nelayan setempat saat sedang beraktivitas menangkap ikan.

Kasatpol Airud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, menjelaskan bahwa mayat tersebut ditemukan dilokasi penemuan mayat diperkirakan sekitar 3 mil dari bibir pantai dalam keadaan mengapung di permukaan laut.

Korban diduga berusia sekitar 45 hingga 50 tahun dan mengenakan kaos loreng berlengan pendek bergaya seragam TNI serta celana dalam.

Mayat pertama kali ditemukan oleh dua nelayan, yaitu Junaedi (40) dan Gumilar (32), keduanya warga Desa Pasiripis, Kecamatan Surade.

Menurut keterangan saksi Junaedi, kata Tenda penemuan mayat terjadi secara tidak sengaja. Saat itu, Junaedi sedang berenang menggunakan ban bekas mobil untuk menarik jodang (perahu apung nelayan).

Tiba-tiba, Junaedi melihat sesosok benda yang diduga mayat terombang-ambing di permukaan laut.

“Setelah memastikan bahwa itu benar-benar mayat, saksi segera berenang ke pinggir pantai dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Polsus KKP Minajaya dan aparat setempat,” ujar Tenda pada Selasa (11/2/2025).

Lanjut Tenda, proses evakuasi mayat dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Koramil 2214 Kecamatan Surade, Polsek Surade, Polsus KKP, P2BK Kecamatan Surade, serta nelayan setempat.

Kemudian, mayat berhasil dievakuasi menggunakan perahu nelayan sekitar pukul 12.30 WIB dan dibawa ke Rumah Sakit Jampangkulon untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum.

“Mayat saat ini masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Jampangkulon. Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari keluarga korban,” tegas Tenda.

AKP Tenda juga mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut, juga mengharapkan kewaspadaan dari seluruh nelayan demi keselamatan bersama.

“Hingga saat ini, identitas korban dan penyebab kematiannya masih belum diketahui. Pihak berwajib terus melakukan investigasi untuk mengungkap kasus ini sembari berupaya menemukan keluarga korban,” tandasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *