SUKABUMITIMES.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi mengelar rapat perdana untuk kepengurusan harian, Dewan pertimbangan dan pengurus harian.
Dengan tema Ta’Aruf sebagai pengenalan pengurus baru serta penyampaian Surat keputusan dari Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat kepada ketua MUI Kota Sukabumi KH. Achmad Nawawi Sadili di ruang kerjanya pada Rabu (22/01/25).
Ketua MUI Kota Sukabumi Achmad Nawawi Sadili menjelaskan, bahwa ini merupakan rapat perdana di tubuh MUI Kota Sukabumi.
“Tadi dalam rapat banyak masukan dari dewan pertimbangan terkait program kerja, baik jangka pendek, jangka menengah hingga program jangka panjang, termasuk tadi juga pembahasan gedung MUI yang merupakan aset pemerintah daerah,” kata Achmad Nawawi Sadili kepada sukabumitimes.com pada Rabu (22/1/2025).
Ketua MUI Achmad Nawawi menjelaskan, tadi membicarakan tentang visi dan misi, persamaan tugas beserta fungsi dan job descriptions.
“Namun yang paling penting pembahasan adalah mengenai waktu pelaksanan pelantikan pengurus MUI Kota Sukabumi,” jelasnya.
“InsyaAllah rencana pelantikan pengurus MUI Kota akan di lakukan sebelum bulan Ramadan,” tambahnya. Sementara pihaknya sedang melakukan perumusan tentang pengurus komisi, masalah waktu pelantikan dengan membentuk panitia dan sebagainya.
Ketua MUI menegaskan bahwa pihaknya sudah memutuskan kepengurusan dan akan langsung melakukan pelantikan sehingga tidak harus bekerja dua kali, dan ini sudah ada kesepakatan bersama pengurus MUI Kota Sukabumi.
“Setelah Itu, akan dikebut malaksanakan tugas untuk 100 hari kerja pertama. Nah kami akan malaksanakan program dakwah dengan masuk ke instansi pemerintah, untuk setiap instansi ataupun Kantor Dinas Akan melaksanakan pengajian rutin setiap satu bulan sekali termasuk di beberapa perusahaan demikian juga dengan di kecamatan dan kelurahan. Sedangkan da’inya akan di datangkan langsung dari MUI dan sebagian pengurus MUI yang sudah di beri rekomendasi,”:ujarnya.
Ketua MUI Achmad Nawawi menegaskan, bahwa MUI merupakan rumah bersama umat Islam, dengan tidak melihat benderanya, tentunya semua akan di ajak bergabung di MUI sesuai kapasitasnya.
“MUI Kota Sukabumi akan melakukan perampingan pengurus, seperti perampingan di Dewan pertimbangan yang awalnya 19 Anggota menjadi 10 Anggota, kemudian pengurus harian l, dewan pertimbangan juga di lakukan perampingan berikut komisi -komisi di batasi dimana satu komisi hanya 5 anggota kecuali komisi perempuan karena perempuan hanya di tempatkan di satu komisi,” bebernya.
Program 100 hari yang lain, pihaknya akan melaksanakan program dakwah, terutama di bulan suci Ramadan, MUI sudah melakukan kerja sama dengan BAZNAS Kota Sukabumi.
“Adapun tema Ramadan 1446 H ini , yaitu Menyadarkan dan Mensosialisasikan tentang Zakat, Infaq, Sodakoh dan Wakaf. Dengan tegline al’maun ( barang sedikit tapi berguna untuk orang lain), sekecil apapun kepekaan kita terhadap sosial harus ditumbuhkan,” tukasnya.
MUI akan menumbuhkan karakter, dengan empat prinsip , yakni pertama nuansa ke agamaan lebih di tingkatkan, yang kedua menerapkan kejujuran, yang ketiga memproteksi diri artinya kita harus bisa memproteksi dirinya dan keluarga, yang ke empat pola pikir.
“Untuk satu tahun ke depan, kami akan melihat dan mengevaluasi program dakwah, selain dilakukan secara langsung MUI berencana akan melakukan dakwah dengan sistem online/ digitalasi dengan membuat studio dan pembuatan Podcast dengan melibatkan Kominfo dan komisi dakwah.
“Kegiatan dakwah secara digitalisasi akan di laksanakan sebulan sekali dengan mengundang beberapa instans dan lembaga,” pungkasnya. (rus)































