SUKABUMITIMES.COM – Tanah longsor di Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi yang sebelumya terpantau delapan titik, kini Kamis (5/12/2024) bertambah menjadi dua belas titik.
Longsor yang terjadi di jalan Bagbagan – Kiaradua membuat akses jalan utama belum bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Camat Simpenan R. Ade Akhsan Artaduredja mengatakan, hingga saat ini kami terus berupaya melakukan penyisiran dan koordinasi untuk normalisasi jalan.
“Inikan posisinya jalan provinsi, sehingga kami juga bekerja sama dengan Dinas PUPR Provinsi, serta dinas PU Kabupaten, pemerintah desa, dan berbagai pihak lainnya, termasuk relawan dan organisasi kepemudaan (OKP),” ujar Camat Simpenan, R. Ade Akhsan Artadiredja pada Kamis (5/12/2024).
Ade Akhsan mengungkapkan, perbaikan jalan ini akan memakan waktu yang lumayan lama, karena mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah.
“Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk secepatnya melakukan penanganan dan perbaikan. Namun, maaf sampai saat ini jalan Bagbagan masih belum bisa diakses masyakarat,” ungkapnya.
Pihaknya juga tetap menegaskan, bahwa tim gabungan juga masih terus mencari dua anak yang dilaporkan hilang akibat bencana ini.
“Hingga saat ini, dua anak laki-laki telah ditemukan, sementara dua anak perempuan lainnya masih dalam pencarian,” jelasnya.
Diinformasikan sebelumnya, bahwa empat anak dilaporkan hilang, dua laki-laki dan dua anak perempuan.
“Kami berharap ada keajaiban agar mereka dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” imbuhnya.
R. Ade Akhsan menjelaskan, keempat anak tersebut dari keluarga yang tinggal di sekitar kampung Cisarakan.
“Orang tua mereka ada yang bekerja sebagai buruh mebel dan serabutan,” jelasnya.
“Kami terus berusaha semaksimal mungkin, sambil berserah diri kepada Allah SWT. Yang terpenting, korban yang belum ditemukan harus segera diketemukan, apapun kondisinya,” paparnya dengan harap.
Selain itu, akibat bencana ini aktivitas warga juga terhenti.
“Kami minta masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada, mengingat potensi bencana susulan mungkin masih terjadi,” pungkasnya. (sya)





























