Ini Penyebab banjir di Sukabumi Versi Kadis SDA Jabar 

SUKABUMITIMES.COM – Banjir yang melanda kabupaten Sukabumi pada Rabu (4/12/2204) kemarin diakibatkan oleh luapan sungai yang tidak mampu menampung air yang disebabkan curah hujan ekstrem yang merendam sejumlah kecamatan.

Ini disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik saat mendampingi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin melakukan peninjauan ke lokasi bencana retakan tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (05/12/2024).

Kadis SDA Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik mengungkapkan banjir yang terjadi di Sukabumi ini sangat luas biasa.

“Saya menilai curah hujan yang terjadi pada Selasa dan Rabu kemarin sangat ekstrem,” ungkapnya.

Dikky melanjutkan, besarkan data yang berhasil di rekap pada Rabu pagi menunjukkan curah hujan yang sangat tinggi, ada yang mencapai 200 mm, bahkan mencapai 261 mm per hari. BMKG sendiri menyatakan bahwa curah hujan lebih dari 150 mm per hari dan itu sudah dianggap ekstrem.

“Meskipun besaran curah hujan per hari sangat tinggi, faktor intensitas curah hujan per jam juga perlu diperhatikan.Namun, secara umum, dua hari terakhir ini curah hujannya memang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, banjir itu disebabkan sungai yang tidak mampu menampung debit air yang sangat besar.

“Kapasitas sungai sudah tidak mungkin menampung air yang demikian besar, bahkan setelah kami cek, beberapa titik di peta, ternyata sebaran hujan ini berulang 50 tahunan,” ujarnya.

“Sementara, kapasitas sungai masih terbatas, bahkan ada beberapa yang kapasitasnya kurang. Akibatnya, debit air melebihi kapasitas dan meluap, merendam pesawahan dan pemukiman di sekitar sungai,” jelasnya.

Sebagai langkah antispasi, Dikky menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah penanganan.

“Kami akan melakukan assessment cepat, memeriksa kondisi tanggul-tanggul dan memastikan mana yang perlu segera diperbaiki,” tandasnya.

Lebih lanjut, kedepannya pihak SDA akan segera melakukan pengerukan untuk menambah kapasitas sungai.

“Kami akan melakukan pengerukan sungai, karena alat berat masih sangat terbatas, kami baru bisa melakukan pengerukan di satu lokasi, yaitu di sungai Cipalabuhan, kecamatan Palabuhanratu kabupaten Sukabumi,” lanjutnya.

Kedepannya, pihak SDA Jabar juga akan melakukan pengerukan sungai lainnya, seperti sungai Ciletuh. Namun menunggu situasi dan akses jalan dulu.

“Untuk sungai Ciletuh, akan kami lakukan pengerukan juga, namun menunggu akses jalan supaya armada yang membawa alat berat bisa masuk,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *