Hamzah Gurnita Kecewa, Jembatan Darurat di Bojongkopo Belum Genap 2 Bulan Sudah Rusak: Kualitas Jangan Asal-asalan 

SUKABUMITIMES.COM – Belum genap dua bulan digunakan, jembatan darurat di Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali rusak setelah diterjang banjir pada Minggu malam (14/4/2025). Kondisi ini memicu keprihatinan publik, termasuk dari kalangan wakil rakyat.

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hamzah Gurnita, buka suara. Ia mengaku kecewa karena jembatan yang dibangun dengan dana pemerintah tersebut ternyata tak mampu bertahan lama menghadapi derasnya arus air.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah saat membangun jembatan darurat untuk menjaga konektivitas warga. Tapi saya juga sudah mengingatkan sejak awal, kualitasnya jangan asal-asalan,” tegas Hamzah saat dikonfirmasi.

Jembatan darurat tersebut sebelumnya dibangun sebagai pengganti jembatan utama Bojongkopo yang ambruk akibat banjir bandang pada 6 Maret lalu. Namun, sayangnya, jembatan sementara itu kembali ambruk setelah diguyur hujan deras.

Menurut Hamzah, kerusakan ini seharusnya bisa dicegah jika pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang dan profesional. Ia menekankan bahwa proyek jembatan, meskipun bersifat darurat, tetap harus memenuhi standar keselamatan dan kekuatan konstruksi.

“Kalau debit air kecil saja bisa dilalui, tapi ketika air sedikit besar langsung roboh, ini kan jadi pertanyaan besar. Uang yang dipakai bukan uang pribadi, tapi anggaran pemerintah. Harus ada tanggung jawab!” tegasnya.

Meski begitu, Hamzah tetap mendukung pemerintah dalam upaya perbaikan jembatan utama Bojongkopo yang saat ini tengah berlangsung. Ia berharap proyek pembangunan ke depan dikerjakan oleh pihak yang benar-benar profesional.

“Saya tidak serta-merta menyalahkan pemerintah, karena memang semua ada prosedurnya. Tapi tolong, ke depan jangan lagi asal tunjuk kontraktor. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” tandasnya.

Sementara itu, Deni, petugas lapangan dari PPK 2.3 Provinsi Jawa Barat, Kementerian PUPR, mengungkapkan bahwa proses perbaikan jembatan utama Bojongkopo masih terus berjalan.

“Pengerjaan sudah mulai, saat ini sedang proses perkuatan penyangga jembatan yang sebelumnya amblas. Rencana ke depan, jembatan akan dibongkar total,” jelas Deni.

Namun, Deni juga mengakui bahwa cuaca ekstrem menjadi kendala utama di lapangan. Intensitas hujan yang tinggi membuat proses pembangunan sedikit terhambat.

“Kami mohon doa dari semua pihak, semoga cuaca segera membaik agar pengerjaan bisa berjalan lancar dan jembatan segera bisa digunakan kembali oleh masyarakat,” pungkasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *