SUKABUMITIMES.com – Tahun 2025 akan dikenang sebagai “Tahun Emas” bagi Pemerintah Kota Sukabumi. Di bawah nakhoda Wali Kota Ayep Zaki, kota yang dikenal dengan julukan Kota Mochi ini berhasil mencatatkan sejarah dengan menyabet total 131 penghargaan bergengsi.
Prestasi ini mencakup berbagai lini, mulai dari kancah internasional, nasional, hingga dominasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dalam pertemuan hangat di Rumah Dinas Wali Kota pada Minggu (25/01/2026), Ayep Zaki memaparkan rincian capaian yang disebutnya sebagai buah dari “kerja kolektif” seluruh elemen masyarakat.
Kota Sukabumi tidak hanya bersinar di dalam negeri, namun juga berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di kancah global.
Sebanyak empat penghargaan internasional berhasil diraih, yang mayoritas disumbangkan oleh sektor olahraga.
“Prestasi internasional ini menunjukkan bahwa bibit-bibit unggul dari Sukabumi memiliki daya saing yang sejajar dengan atlet-atlet dunia,” ujar Ayep Zaki dengan nada bangga.
Beberapa capaian monumental tersebut antara lain medali emas 7-A Side Football Asia Pacific 2025, medali emas AHF Central Championship 2025, serta medali emas dan perak Sea Games 2025 Thailand.
Di tingkat nasional, Kota Sukabumi mengoleksi 21 penghargaan yang menjadi indikator kuat kemajuan tata kelola pemerintahan. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan mempertahankan predikat Kota Terinovatif dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang menunjukkan sehatnya manajemen keuangan daerah.
Selain itu, aspek sosial juga mendapat sorotan tajam dengan keberhasilan Sukabumi menduduki peringkat ke-6 sebagai Kota Tertoleran di Indonesia.
“Ini membuktikan bahwa di tengah keberagaman, masyarakat Sukabumi mampu menjaga harmonisasi dengan sangat baik,” ujar Wali Kota Ayep Zaki.
Penghargaan nasional lainnya meliputi Swasti Saba Padapa, yaitu penghargaan Kabupaten/Kota Sehat 2025, kemudian kota peduli HAM & Kota Layak Anak, yakni dengan meraih peringkat Madya sebagai bentuk perlindungan terhadap kelompok rentan, begitu juga dalam kinerja keuangan terbaik, kota Sukabumi berhasil meraih peringkat ke-8 Realisasi Pendapatan Tertinggi Nasional dan Realisasi Belanja Daerah Tertinggi Nasional.
Ayep Zaki menekankan bahwa inti dari pemerintahan adalah pelayanan. Keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang meraih penghargaan nasional pada 2025 menjadi bukti nyata transformasi birokrasi yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
“Kami tidak ingin warga kesulitan mengurus administrasi. Penghargaan MPP ini adalah validasi bahwa sistem yang kami bangun berjalan di jalur yang benar,” tambahnya.
Prestasi Sukabumi tidak berhenti di meja birokrat. Di sektor keagamaan, Sukabumi berhasil meraih Juara 3 MTQ Nasional.
Sementara di bidang pendidikan, kualitas tenaga pengajar diakui dengan raihan Peringkat 1 Guru Berdedikasi dan Berprestasi PGRI.
Bahkan hingga ke unit terkecil masyarakat, keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di 33 kelurahan mendapatkan apresiasi khusus karena dinilai berhasil memperkuat akses keadilan bagi warga kurang mampu.
Di level provinsi, dominasi Kota Sukabumi semakin tidak terbendung dengan koleksi 106 penghargaan.
Cakupannya sangat luas, mulai dari bidang sosial, pendidikan, hingga percepatan penanganan manajemen ASN (CASN Formasi 2024).
Meski banjir pujian dan trofi, Ayep Zaki tetap rendah hati. Beliau menegaskan bahwa ratusan penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan alat ukur untuk terus berbenah.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat, sekaligus pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan. Fokus kami tetap satu: kesejahteraan dan pelayanan terbaik untuk seluruh warga Kota Sukabumi,” pungkasnya.
Statistik Penghargaan Kota Sukabumi 2025:
Internasional: 4 Penghargaan
Nasional: 21 Penghargaan
Provinsi: 106 Penghargaan
Total: 131 Penghargaan. (sya)


























