Kecamatan Citamiang Pembayar PBB Tertinggi di Kota Sukabumi, Arisandi: 12.667 SPPT Nilai Pajak Capai Rp1,5 Miliar

SUKABUMITIMES.COM – Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, mencuri perhatian dengan pencapaian gemilang dalam realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025. Di tengah berbagai tantangan, wilayah ini justru menunjukkan semangat dan kesadaran warga yang tinggi dalam menunaikan kewajiban pajaknya.

Camat Citamiang, Aris Arisandi, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat amanah langsung dari Wali Kota Sukabumi untuk memperkuat strategi pendistribusian dan penarikan pajak.

“Dari total 12.667 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang diterima, ketetapan pajak mencapai angka hampir Rp1,54 miliar,” ujarnya.

Aris mengungkapkan, hingga akhir semester pertama tahun ini, Kecamatan Citamiang berhasil menempati posisi tertinggi dalam hal pendistribusian SPPT dan penarikan pajak.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa tingkat partisipasi dan kesadaran masyarakat di wilayah ini sangat membanggakan,” ungkap Aris Arisandi kepada sukabumitimes.com pada Rabu (23/7/2025).

Dalam proses pendistribusiannya, masih kata Aris Kecamatan Citamiang membentuk tim khusus yang melibatkan aparatur dari tingkat kecamatan hingga RT/RW dan para kader. Mereka berperan aktif memastikan setiap SPPT benar-benar sampai ke tangan wajib pajak.

“Upaya ini menunjukkan sinergi yang kuat dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat,” katanya.

Ada kelurahan di Citamiang menjadi contoh keberhasilan luar biasa dalam distribusi SPPT. Kelurahan Gedongpanjang, misalnya, telah mencapai distribusi sebesar 99%. Hanya 1% yang belum terjangkau, sebagian besar karena wajib pajak berada di luar kota atau sedang mengajukan perubahan data pajak.

Pihaknya telah menargetkan sebanyak lima kelurahan yang ada di Citamiang mampu mencapai pendistribusian SPPT mencapai 95 persen di akhir Juli 2025 ini.

“Kami optimis akan tercapai, apalagi dibarengi dengan kerja keras seluruh tim distribusi yang terus bergerak menyisir wilayah dan menjalin komunikasi intensif dengan warga,” terangnya.

Tidak hanya pendistribusian, tim ini juga menjalankan berbagai strategi edukasi dan sosialisasi. Mereka memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Pendekatan jemput bola pun diterapkan secara efektif. Enam inovasi digulirkan untuk mendekatkan layanan pembayaran pajak kepada masyarakat. Setiap kelurahan mengusung nama dan program tersendiri, namun memiliki tujuan yang sama: memudahkan dan mendorong warga untuk membayar pajak,” terangnya.

Salah satu inovasi menarik hadir di Kelurahan Gedongpanjang melalui program “Lamaran Pak Lurah”, yaitu layanan pembayaran pajak di lokasi strategis. Program serupa diterapkan di kelurahan lain dengan nama dan metode berbeda, namun tetap mengusung semangat yang sama: pelayanan prima untuk wajib pajak.

Untuk para wajib pajak yang memiliki kendala, kaki dari pihak kecamatan mendorong mereka untuk melakukan pembaruan data SPPT dan mengingatkan para penunggak agar segera memenuhi kewajibannya.

“Bahkan, aplikasi khusus dibuat untuk menyampaikan ucapan terimakasih secara langsung kepada warga yang telah taat membayar pajak,” terangnya.

Camat Aris menekankan bahwa warga Citamiang tidak merasa terbebani atau terpaksa membayar pajak. Justru, kesadaran yang tumbuh alami menjadi kekuatan utama dalam pencapaian luar biasa ini.

“Semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial menjadi fondasi keberhasilan,” tekannya.

Meski mendominasi dalam jumlah wajib pajak kategori TAP 1 sampai TAP 3, wilayah ini masih menghadapi tantangan dalam menjangkau kategori TAP 4 dan TAP 5, yang jumlahnya hanya 132 wajib pajak dengan nominal di atas Rp20 juta. Sebaliknya, pembayaran di bawah Rp1 juta justru paling mendominasi.

Sebagai kecamatan dengan luas wilayah terkecil di Kota Sukabumi, Citamiang juga memiliki jumlah wajib pajak dan ketetapan pajak yang relatif kecil. Namun, dari keterbatasan itu, lahirlah prestasi besar yang membanggakan.

Tantangan selanjutnya adalah mempertahankan capaian ini dan terus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pajak bagi kemajuan bersama. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *