DPRD Inggu Sudeni Kecewa Respons Dinkes Kota Sukabumi, Anak Usia 1 Tahun Disebut Ditolak Enam Kali Rumah Sakit

SUKABUMITIMES.com — Anggota DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi saat dirinya berkoordinasi terkait kondisi seorang anak berusia satu tahun warga Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang yang disebut telah enam kali ditolak rumah sakit di Kota Sukabumi dengan penuh alasan.

Inggu menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan dan nyawa seorang anak yang membutuhkan pelayanan medis.

“Saya protes ke Kepala Dinas Kesehatan yang dingin dan tidak empati saat saya koordinasi tentang kondisi anak usia satu tahun warga Cikondang yang sudah enam kali ditolak oleh rumah sakit di Kota Sukabumi dengan alasan penuh,” ujar Anggota Fraksi PKS Inggu ketika dikonfirmasi sukabumitimes.com pada Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, kondisi rumah sakit yang mengalami kepadatan, khususnya di ruang IGD, memang menjadi persoalan yang harus dipahami. Terlebih, dalam dua bulan terakhir banyak anak mengalami sakit sehingga pelayanan kesehatan di sejumlah rumah sakit cukup kewalahan.

“Dua bulan terakhir ini memang banyak anak-anak kita yang sakit. Rumah sakit kewalahan, IGD penuh,” katanya.

Namun, Inggu mempertanyakan langkah Dinkes Kota Sukabumi dalam merespons kondisi tersebut. Ia menilai harus ada kebijakan cepat agar masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan pertolongan medis, tetap mendapatkan pelayanan.

“Tapi tidak ada sikap responsif dari Dinkes untuk melindungi dan melayani warganya,” tegas politisi dari dapil 1 Kota Sukabumi ini.

Inggu mengatakan, pemerintah daerah semestinya dapat mengambil langkah darurat ketika kapasitas IGD rumah sakit sudah tidak mampu menampung pasien.

“Ini kan masalah nyawa. Harusnya Dinkes gerak cepat ambil kebijakan,” ujarnya.

Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah menyiapkan ruang atau IGD sementara khusus untuk menangani pasien anak apabila fasilitas rumah sakit sudah penuh.

“Apakah membuat IGD sementara untuk anak-anak agar anak-anak yang sakit mendapat pelayanan dasar dulu. Kan bisa dilakukan seperti itu,” jelas Inggu.

Ia menilai pelayanan dasar tersebut penting untuk memastikan pasien anak mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk atau memperoleh tempat di rumah sakit yang memiliki kapasitas.

“Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan justru terlantar karena alasan rumah sakit penuh,” katanya.

Inggu kembali menyoroti sikap Kepala Dinas Kesehatan saat dirinya menyampaikan persoalan tersebut. Menurutnya, sebagai pimpinan perangkat daerah yang membidangi kesehatan, seharusnya ada respons cepat dan empati ketika mendapat laporan mengenai anak yang membutuhkan pertolongan.

“Saat saya koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, beliau menanggapinya dingin seolah tidak ada apa-apa,” ungkapnya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak kembali dialami masyarakat Kota Sukabumi.

“Ini menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan warga. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed