436 Siswa Madrasah Sukabumi Adu Talenta di OMI 2026, Tiga Terbaik Siap Berebut Tiket ke Jawa Barat

SUKABUMITIMES.com — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kasi Penmad Kemenag) Kota Sukabumi, Rustandi, menyampaikan sebanyak 436 murid dari berbagai jenjang mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Sukabumi 2026.

“Jumlah total peserta OMI tingkat Kota Sukabumi sebanyak 436 murid dari berbagai jenjang,” kata Rustandi.

Ia menjelaskan, peserta tersebut terdiri dari jenjang MI/SD sebanyak 129 murid dari 28 sekolah, MTs/SMP sebanyak 103 murid dari 27 sekolah, serta MA/SMA sebanyak 204 murid dari 26 sekolah.

“Untuk MI/SD ada 28 sekolah dengan jumlah peserta 129 murid. Kemudian MTs/SMP ada 27 sekolah dengan 103 peserta,” ujarnya.

“Sedangkan MA/SMA ada 26 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 204 murid,” sambung Rustandi.

Menurutnya, OMI menjadi wadah untuk mengembangkan potensi siswa di bidang sains dan riset.

“OMI ini bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat, kecakapan, dan keahlian siswa di bidang sains dan riset,” jelasnya.

Rustandi mengatakan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa secara menyeluruh.

“Kita ingin siswa terus mengasah kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan nilai-nilai agama,” katanya.

Selain itu, OMI menjadi bagian dari upaya membangun budaya kompetisi yang sehat di kalangan pelajar madrasah.

“Yang tidak kalah penting adalah berkembangnya budaya kompetisi yang sehat, jujur, dan berintegritas,” tegasnya.

OMI 2026 mempertandingkan dua bidang utama, yakni sains dan riset. Untuk jenjang MI/SD, bidang sains meliputi Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi.

Sementara jenjang MTs/SMP meliputi Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, IPS Terintegrasi serta bidang riset. Sedangkan jenjang MA/SMA mencakup Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi dan Geologi Terintegrasi serta bidang riset.

“OMI juga menjadi ajang untuk menjaring bibit unggul dan berprestasi sebagai calon peserta kompetisi di tingkat internasional,” ungkap Rustandi.

Ia menyebut OMI merupakan agenda rutin tahunan dan pada 2026 memasuki tahun kedua penyelenggaraannya.

“Iya, ini rutinitas setiap tahun. Tahun ini adalah tahun kedua dilaksanakannya OMI,” tuturnya.

Rustandi menjelaskan, OMI merupakan pengganti sekaligus gabungan dari ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) yang sebelumnya telah dilaksanakan Kementerian Agama.

Untuk tingkat Kota Sukabumi, pelaksanaan OMI dipusatkan di MAN 1 Kota Sukabumi dan MTsN Kota Sukabumi.

“Dari setiap kompetensi yang dilombakan, tiga terbaik akan mewakili Kota Sukabumi ke jenjang Provinsi Jawa Barat,” kata Rustandi.

Ia berharap OMI mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap bidang keilmuan yang ditekuni.

“Harapannya tercipta siswa-siswa terbaik di setiap bidang dan menjadi sumber daya manusia yang mencintai bidang keilmuannya,” pungkasnya.

Adapun OMI tingkat Provinsi Jawa Barat dijadwalkan menggelar uji coba pada 1–2 Oktober 2026, sedangkan pelaksanaan utama berlangsung pada 5–6 Oktober 2026. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *