SUKABUMITIMES.com — Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengungkapkan kondisi anggaran daerah saat ini mengalami defisit sekitar Rp40,7 miliar. Meski demikian, Pemerintah Kota Sukabumi masih optimistis persoalan tersebut dapat tertangani dengan adanya Transfer ke Daerah (TKD) tahap kedua.
Hal ini diungkapkan Bobby Maulana saat diwawancarai sukabumitimes.com setelah menghadiri kegiatan capacity building LKK se-Kelurahan Gedongpanjang di rekreasi Wisata Cakrawala Desa Perbawati Kecamatan/Kabupaten Sukabumi pada Kamis (3/9/2026).
“Sekitar Rp40 miliar 700 sekian lah ya, detail-detailnya gitu,” ujar Bobby Maulana.
Menurut Bobby, angka defisit tersebut telah masuk dalam pembahasan resmi pemerintah daerah dan sudah diparipurnakan.
“Tadi malam sudah diparipurnakan. Tapi nanti ketika memang ada tambahan dari transfer, kita akan ubah kembali,” katanya.
Bobby menegaskan, pihaknya belum ingin berspekulasi terlalu jauh mengenai dampak defisit tersebut terhadap program dan kegiatan pemerintah daerah.
“Saya belum berani bicara dampak karena masih optimistis sampai tanggal 24 September,” ujarnya.
Optimisme itu muncul karena masih terdapat peluang adanya pemberian bantuan TKD tahap kedua kepada Kota Sukabumi.
“Ini akan ada tahap dua untuk pemberian bantuan TKD ya, ke Kota Sukabumi,” kata Bobby.
Karena itu, Pemkot Sukabumi memilih menunggu hingga batas waktu tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Tapi bagaimana menanggapi dari defisit itu masih belum dibicarakan secara menyeluruh. Mungkin nanti kita tunggu sampai injury time,” ungkapnya.
Bobby mengatakan, apabila hingga 24 September belum ada kepastian atau kabar baik mengenai TKD tahap kedua, pemerintah daerah akan melakukan pembahasan internal untuk menentukan langkah yang harus diambil.
“Kalau sampai tanggal 24 belum juga ada kabar baik, mungkin kita akan diskusi internal pemerintah,” tuturnya.
Salah satu opsi yang kemungkinan dibahas adalah melakukan penyesuaian sejumlah program agar pelaksanaannya dapat digeser ke tahun anggaran 2027.
“Opsi mungkin ada di-adjust ke 2027,” kata Bobby.
Namun, ia menegaskan belum dapat memastikan program apa saja yang nantinya akan disesuaikan karena belum ada pembahasan khusus mengenai skenario tersebut.
“Tapi saya belum tahu, belum memahami apa-apa saja yang nanti akan di-adjust karena belum ada pertemuan untuk menetapkan langkah selanjutnya,” jelasnya.
Bobby juga mengungkapkan bahwa dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, hanya dua daerah yang mendapatkan TKD tahap kedua.
“Ini Jawa Barat cuma dua yang dapat,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai dua daerah tersebut, Bobby menyebut Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.
“Ciamis dan Tasik. Ada 27 kota/kabupaten,” ungkapnya.
Terkait alasan hanya dua daerah yang memperoleh TKD tahap kedua, Bobby mengaku belum mengetahui secara pasti pertimbangan yang digunakan.
“Entah pertimbangannya seperti apa saya juga belum tahu dan lain sebagainya,” katanya.
Meski begitu, koordinasi terkait kondisi anggaran dan perkembangan TKD terus dilakukan. Bobby menyebut dirinya rutin berkomunikasi dengan Bappeda dan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi.
“Hanya memang koordinasi dengan Bappeda, dengan Pak Sekda saya tanya terus,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi mengenai TKD tersebut telah dilakukan sejak awal. Namun, hingga kini belum ada kepastian yang diterima Pemkot Sukabumi.
“Awalnya juga sama, kita komunikasi terus dan sampai sekarang memang belum ada tanda-tanda itu,” pungkas Bobby. (sya)


























