SUKABUMITIMES.com– Wakil Wali Kota (Wawalkot) Sukabumi Bobby Maulana mengungkapkan volume sampah di kawasan Lapang Merdeka mengalami lonjakan signifikan saat akhir pekan maupun hari libur.
Bahkan, sampah di ruang publik tersebut dapat mencapai 6 hingga 8 ton per hari, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 3 ton.
Hal tersebut disampaikan Bobby ketika diwawancarai sukabumitimes.com setelah menghadiri kegiatan Bazar, Bayar Pake Sampah yang digelar di Lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Minggu (1/8/2026)
“Meningkat. Lapang Merdeka sendiri lah, Lapang Merdeka itu kalau hari biasa tuh sekitar 3 ton. Hari Sabtu-Minggu bisa 6 sampai 8 ton. Itu Lapang Merdeka, yang lain tinggal dikalikan aja,” kata Bobby Maulana yang didampingi istrinya Kia Florita.
Menurut Bobby, meningkatnya timbulan sampah di Lapang Merdeka turut memengaruhi total produksi sampah harian di Kota Sukabumi. Jika pada hari biasa volume sampah berada di kisaran 187 hingga 190 ton per hari, maka saat Sabtu, Minggu, maupun musim liburan jumlahnya dapat meningkat menjadi sekitar 193 hingga 194 ton per hari.
“Jadi pokoknya intinya hari yang biasa 187 jadi 190, dari 190 kalau Sabtu-Minggu naik jadi 193, 194,” ujarnya.
Bobby menjelaskan, lonjakan volume sampah tersebut dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat dan membludaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Sukabumi pada masa libur.
“Liburan orang, banyaknya wisatawan yang datang, Sukabumi makin padat. Jumlah kunjungannya kan juga tinggi sekali sekarang,” ungkapnya.
Ia menilai tingginya kunjungan wisatawan tidak lepas dari semakin mudahnya akses menuju Sukabumi. Salah satunya dengan perkembangan pembangunan jalan tol yang kini telah mencapai kawasan Karangtengah.
“Karena isu tol kemarin yang sementara ya… sampai Karangtengah. Nah itu terus sampai sekarang. Apalagi nanti kalau sudah jadi,” katanya.
Melihat tren peningkatan produksi sampah tersebut, Bobby mengatakan Pemerintah Kota Sukabumi terus mencari solusi jangka panjang agar persoalan sampah tidak semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah pengunjung dan aktivitas masyarakat.
Salah satu solusi yang diharapkan adalah penerapan teknologi waste-to-energy, yakni pengolahan sampah menjadi energi yang saat ini tengah didorong oleh Pemerintah Pusat.
“Jadi doakan mudah-mudahan kita punya cara atau formula yang tepat khususnya waste-to-energy yang ada di Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (sya)


























