SUKABUMITIMES.com — Lurah Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Hauwera Aulia Handayani, mengungkapkan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayahnya hingga Juli 2026 telah mencapai Rp261 juta atau sekitar 147 persen.
Capaian tersebut sekaligus menempatkan Kelurahan Gedong Panjang sebagai peringkat pertama realisasi PBB se-Kota Sukabumi.
Hal ini disampaikan Lurah Gedongpanjang Hauwera Aulia Handayani melalui keterangan resminya kepada sukabumitimes.com pada Jumat (14/8/2026).
“Alhamdulillah sampai hari ini realisasi PBB Kelurahan Gedong Panjang menjadi yang tertinggi di Kota Sukabumi. Saat ini sudah mencapai Rp261 juta atau sekitar 147 persen,” ujar Hauwera.
Menurut Hauwera, capaian tersebut cukup membanggakan karena target PBB Gedongpanjang hingga Desember 2026 berada di kisaran Rp250 juta. Dengan demikian, realisasi Rp261 juta sudah melampaui target tahunan meskipun tahun anggaran 2026 masih berjalan.
“Ini tentu bukan hasil kerja saya sendiri. Ini hasil kerja bersama antara jajaran kelurahan, RT, RW dan masyarakat,” katanya.
Hauwera menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar PBB adalah melalui inovasi“Lamaran Pak Lurah”. Program tersebut merupakan pelayanan pembayaran PBB secara jemput bola dengan mendatangi langsung lingkungan masyarakat.
“Kami datang ke setiap RT dan RW membuka gerai untuk membayar pajak. Jadi masyarakat bisa membayar pajak secara langsung di gerai kami, di rumah mereka masing-masing, tidak pakai ongkos,” ungkapnya.
Selain membuka gerai pembayaran, jajaran kelurahan juga melibatkan para ketua RT dan RW dalam melakukan sosialisasi. Informasi mengenai kewajiban membayar PBB disampaikan melalui berbagai forum warga, masjid hingga perkumpulan masyarakat.
“Kami terus mengingatkan masyarakat bahwa membayar PBB merupakan kewajiban. Karena itu kami tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi kami yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Pendekatan serupa juga dilakukan terhadap sektor usaha yang berada di wilayah Kelurahan Gedong Panjang. Hauwera mengaku turun langsung menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan, di antaranya Santasea, PT Silga dan PT Venus.
“Saya hadir secara pribadi langsung untuk mengantarkan PBB, sekaligus silaturahmi kepada penggiat-penggiat usaha. Kami melihat bagaimana kondisi usaha mereka sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan personal diperlukan karena kondisi ekonomi dan kemampuan wajib pajak, khususnya pelaku usaha, dapat berbeda-beda.
“Jadi kami tidak hanya datang untuk menagih, tetapi juga melihat kondisi mereka. Kami terus melakukan komunikasi dan memberikan imbauan agar kewajiban PBB tetap bisa dipenuhi,” jelasnya.
Meski sudah berada di posisi pertama, Hauwera menegaskan pihaknya tidak akan berpuas diri. Penyisiran terhadap wajib pajak yang belum melakukan pembayaran masih terus dilakukan karena batas waktu pembayaran PBB masih berlangsung hingga September 2026.
“Kami tidak berpuas diri dengan capaian angka ini. Kami masih menyisir mana yang belum bayar, mana yang belum sempat. Karena deadline-nya sampai September,” tegas Hauwera.
Ia menambahkan, sejumlah wajib pajak, terutama perusahaan, memiliki siklus pembayaran yang menyesuaikan kondisi keuangan internal. Karena itu, kelurahan tetap melakukan pendekatan sekaligus memperbarui data perpajakan.
“Masih ada waktu sampai September. Jadi kami akan terus bergerak, terus mengingatkan dan melakukan pendekatan kepada wajib pajak,” katanya.
Hauwera menyebut kinerja PBB menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi. Setiap bulan, realisasi PBB masuk dalam indikator kinerja atau KPI yang dievaluasi.
“Untuk PBB ini terkhusus kita ada KPI. Setiap bulan diperiksa KPI-nya dan kami juga ada rapim bersama wali kota langsung,” tuturnya.
“Jadi wali kota turun langsung untuk mengecek realisasi PBB kita per bulan,” sambungnya.
Menurut Hauwera, evaluasi rutin tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kelurahan di Kota Sukabumi untuk terus meningkatkan penerimaan PBB.
“Dengan adanya evaluasi setiap bulan, tentunya kami para lurah juga terpacu untuk meningkatkan capaian PBB di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan Gedongpanjang dalam meningkatkan penerimaan PBB tidak hanya dapat dilihat dari angka. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat dapat mendorong kesadaran warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Bagi kami, angka ini bukan hanya soal pencapaian target. Tetapi bagaimana masyarakat semakin sadar bahwa membayar pajak itu merupakan bagian dari kewajiban mereka,” katanya.
Di akhir, Hauwera menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Gedongpanjang, khususnya para ketua RT dan RW yang turut aktif membantu meningkatkan realisasi PBB.
“Terimakasih banyak kepada masyarakat Kelurahan Gedongpanjang, khususnya Pak RT dan Pak RW yang sudah berjibaku bersama kami turun ke masyarakat,” ungkapnya.
“Alhamdulillah hari ini capaian kami cukup memuaskan dan menjadi peringkat pertama tingkat Kota Sukabumi,” pungkas Hauwera. (sya)





























