Wali Kota Tegaskan Hasil Musrenbang Harus Dijalankan, Kelurahan Gedongpanjang Usulan Program Capai Rp2,8 Miliar

SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa apa yang menjadi skala prioritas yang dihasilkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) jangan sampai tidak dijalankan.

Penegasan ini disampaikan Wali Kota Ayep Zaki ketika diwawancarai sukabumitimes.com sesaat setelah membuka Musrenbang untuk gaun 2027 Kelurahan Gedongpanjang Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi pada Senin (16/12/2025).

“Mengenai Musrenbang ini, memang tidak mungkin akan terakomodir semuanya, karena disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Tetapi harus dijalankan, agar nanti jangan sampai misal, sudah 12 tahun usulannya tidak dilaksanakan,” ungkap Wali Kota Ayep Zaki.

Dirinya menyakinkan hasil Musrenbang akan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“InsyaAllah tidak akan begitu, saya akan lihat nanti secara totalitas usulan Musrenbang itu apa saja,” yakinnya.

Masih ditempat yang sama, Lurah Gedongpanjang Hauwera Aulia Handayani menjelaskan, dalam melaksanan Musrenbang, pihaknya akan berusaha melaksanakan dengan tema yang berbeda di setiap tahunnya.

“Karena inilah hajat kami dalam satu tahun. Jadi kami akan memanjakan masyarakat dengan tema-tema yang berbeda,” jelas Lurah Wera.

Lurah ramah dan energik ini mengatakan bahwa di Musrenbang kali ini ada 25 usulan yang bersifat fisik dan 14 usulan non fisik.

“Ketika dalam pembahasan di pra Musrenbang ada beberapa usulan yang muncul, yakni ada TPT, ada rehat posyandu, maupun beberapa jalan lingkungan. Sedangkan yang non fisik itu antara lain pelatihan UMKM berbasis digital, pelatihan perikanan dan komputerisasi,” kata Uni begitu Lurah Gedongpanjang ini biasa di sapa.

Dari berbagai usulan yang ada, dalam Musrenbang ini akan di bahas lebih lanjut menjadi lima usulan baik fisik maupun non fisik.

Di kelurahan Gedongpanjang ini, menurut Lurah Wera, rata-rata usulan dalam Musrenbang terpenuhi.

“Baik dari PU maupun dari P2RW. Kalau seandainya tidak tercover oleh kota, maka kami usahakan dimasukkan dalam program P2RW,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, dari berbagai usulan dalam Musrenbang ini, kalau dinominalkan dalam bentuk rupiah, jumlah total untuk usulan fisik mencapai Rp2 miliar, sedangkan usulan non fiskal berjumlah Rp800 juta.

Camat Citamiang Aries Ariandi dalam kesempatan yang sama mengapresiasi kepada lurah Gedongpanjang yang telah menyelenggarakan musrembang ini lain dari pada yang lain.

“Saya mengapresiasi buu lurah yang sudah menyelenggarakan Musrenbang lain menangis lebih menarik dan nuansa yang hidup,” apresiasi camat Aries kepada Lurah Gedongpanjang. Dengan format pengantin adat sunda, tentu ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat,” ujarnya.

Camat Aries menekankan dalam pra Musrenbang meminta untuk menginventarisir usulan yang belum terakomodir untuk diusulkan kembali pada Musrenbang kembali.

Di kecamatan Citamiang sendiri, usulan dalam Musrenbang yang dilaksanakan oleh SKPD itu hanya cuma 31 persen.

“Tetapi kalau digabung dengan apa yang dilaksanakan pada P2RW dan bantuan dari provinsi untuk rutilahu memang lumayan tinggi, yakni mencapai 42 persen lebih,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD kota Sukabumi dari Fraksi PKS Inggu Sudeni mengemukakan bahwa musrenbang ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Saya berharap musrenbang ini bukan hanya sebatas seremonial saja, melainkan untuk menyaring semua aspirasi dari masyarakat, sehingga pemerintah bisa menyesuaikan dengan anggaran dan bisa sejalan dengan cita-cita wali kota atau pemerintah daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga aspirasi masyarakat ini bisa dijadikan skala prioritas,” terangnya.

Inggu hadir ditengah-tengah Musrenbang Kelurahan Gedongpanjang, selain karena memang memenuhi undangan, tetapi lebih dari pada itu bisa melihat dan mengetahui apa yang menjadi skala prioritas usulan masyarakat, khusunya dari kelurahan Gedongpanjang.

“Tentu kami akan mendorong dan mengawal program skala prioritas yang diusulkan masyarakat di sini, supaya program-program prioritas yang nantinya bisa direalisasikan oleh pemerintah daerah meskipun dengan keterbatasan dana yang ada,” terangnya.

Inggu juga menyadari bahwa tidak mungkin semua usulan bisa direalisasikan sepenuhnya, mengingat dana transfer daerah dari pusat terpangkas Rp159 miliar.

“Musrenbang tahun 2025 inikan untuk tahun anggaran 2027, semoga tahun depannya ada perubahan kembali. Transfer daerah dari pusat akan normal lagi dan program-program yang bersifat button up bisa terlaksana., karena program yang dari bawah inilah dimana masyarakat benar-benar mengetahuinya,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *