SUKABUMITIMES.com – Suasana bahagia yang mengiringi rombongan pengantar pengantin di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berubah menjadi duka mendalam setelah mobil pikap yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan maut di Jalur Pantura. Sebanyak 12 orang meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka-luka akibat tabrakan beruntun yang melibatkan dua truk.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berjumlah 17 orang itu baru saja selesai menghadiri prosesi pernikahan di wilayah Parean dan tengah dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman.
Saat melintas di Jalur Pantura, mobil pikap yang membawa seluruh rombongan berusaha berputar arah dengan memanfaatkan bukaan median jalan yang tersedia di lokasi kejadian.
Namun, pada saat yang hampir bersamaan, sebuah truk wing box melaju dari arah yang sama di belakang pikap. Karena jarak kedua kendaraan sudah sangat dekat, sopir truk diduga tidak memiliki cukup ruang maupun waktu untuk menghindari tabrakan.
Benturan pertama terjadi ketika bagian belakang mobil pikap dihantam truk wing box. Hantaman keras tersebut membuat kendaraan yang mengangkut belasan penumpang itu terdorong melewati median jalan hingga masuk ke jalur berlawanan.
Nahas, ketika pikap memasuki lajur berlawanan, dari arah berlawanan datang sebuah truk los bak yang tidak sempat menghindar. Tabrakan kedua pun tak terelakkan dan menghantam bagian depan mobil pikap.
Akibat dihimpit dua kendaraan besar dari arah berbeda, mobil pikap mengalami kerusakan sangat parah di bagian depan maupun belakang. Kerasnya benturan menyebabkan sejumlah penumpang terpental ke badan jalan, sementara lainnya terjepit di dalam kendaraan.
Petugas kepolisian, tenaga medis, dan warga sekitar segera melakukan proses evakuasi terhadap para korban. Sebagian korban dievakuasi menggunakan ambulans ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari total 17 penumpang yang berada di dalam mobil pikap, tiga orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang diderita. Sementara itu, sembilan korban lainnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Selain korban meninggal dunia, enam penumpang lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Kecelakaan tersebut menjadi salah satu insiden lalu lintas paling memilukan di Jalur Pantura Indramayu karena melibatkan rombongan warga yang baru saja mengantar prosesi pernikahan. Momen yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga para korban.
Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mendalami faktor kecepatan kendaraan, kondisi lalu lintas saat kejadian, serta prosedur saat mobil pikap melakukan putar balik di bukaan median Jalan Pantura. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pengemudi kendaraan yang terlibat guna mengungkap kronologi secara menyeluruh. (sya)

































