Pertunjukan Kolosal hingga Angklung Semarakkan Car Free Day Kota Sukabumi, Kadis Iskandar: Sarana Edukasi Sejarah dan Budaya 

SUKABUMITIMES.com— Suasana Car Free Day (CFD) di Kota Sukabumi, Minggu (5/7/2026), berlangsung lebih semarak dari biasanya. Beragam pertunjukan seni dan budaya ditampilkan untuk menghibur masyarakat, mulai dari drama kolosal bertema sejarah perjuangan Sukabumi, atraksi barongsai, hingga pagelaran angklung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian festival Sukabumi Tempo Doeloe yang dipusatkan di Wisma Wardani.

Warga memadati kawasan Jalan Ahmad Yani sejak pagi. Selain memanfaatkan ruang bebas kendaraan untuk berolahraga, masyarakat juga menikmati berbagai atraksi budaya yang disuguhkan di sepanjang kawasan CFD.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Iskandar Ilham, mengatakan penyelenggaraan CFD tematik merupakan upaya pemerintah menyediakan ruang publik yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah dan pelestarian budaya.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan sesuai rencana. Diawali dengan senam bersama di sepanjang Jalan Ahmad Yani, kemudian dilanjutkan penampilan kolosal pertempuran sejarah Sukabumi sebagai bagian dari rangkaian Soekaboemi Tempo Doeloe. Para peserta kirab bergerak dari Wisma Wardani menuju lokasi Car Free Day dan langsung menampilkan drama kolosal yang mendapat sambutan antusias masyarakat,” ujar Iskandar.

Drama kolosal tersebut menggambarkan perjuangan masyarakat Sukabumi dalam mempertahankan daerahnya pada masa perjuangan kemerdekaan. Setelah pertunjukan usai, kemeriahan berlanjut dengan atraksi barongsai yang menghibur pengunjung dari berbagai kalangan.

Selain pertunjukan seni, sejumlah perangkat daerah juga membuka layanan publik selama CFD berlangsung. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menghadirkan kegiatan membaca buku serta lomba mewarnai untuk anak-anak.

Sementara itu, layanan administrasi dan konsultasi juga disediakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Perumda Tirta Bumi Wibawa, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Menurut Iskandar, pelayanan publik akan terus menjadi bagian dari penyelenggaraan CFD setiap pekan. Pemerintah Kota Sukabumi juga berencana menghadirkan konsep yang lebih variatif agar ruang publik tersebut semakin diminati masyarakat.

“Insyaallah minggu depan akan kami kemas lebih meriah. Harapannya, ruang publik yang disediakan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi ini benar-benar menjadi tempat masyarakat berinteraksi, berolahraga, menikmati hiburan, sekaligus memperoleh pelayanan publik,” katanya.

Rangkaian Soekaboemi Tempo Doeloe masih berlanjut pada Minggu sore dengan pertunjukan Angklung Arahan 52 di Wisma Wardani. Pagelaran yang dijadwalkan mulai pukul 15.00 WIB itu akan membawakan sejumlah lagu bernuansa nostalgia, di antaranya Sepasang Mata Bola, Kopral Jono, Payung Fantasi, Semalam di Cianjur, hingga lagu Purnama Merindu yang dipopulerkan dalam berbagai penampilan seni budaya Jawa Barat.

Selama tiga hari pelaksanaan festival, masyarakat juga dapat mengunjungi museum dan menikmati berbagai pertunjukan budaya yang diselenggarakan di Wisma Wardani. Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *