SUKABUMITIMES.com– Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan bahwa keterbatasan fiskal yang saat ini dihadapi Pemerintah Kota Sukabumi tidak akan menghentikan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan mengandalkan sumber pembiayaan yang tersedia, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD), sejumlah proyek strategis tetap berjalan sepanjang pertengahan tahun 2026.
“Pemerintah kota saat ini fokus memanfaatkan sumber pembiayaan yang tersedia, khususnya dari PAD, untuk memastikan pembangunan tidak terhenti,” ujar Ayep Zaki, Selasa (23/6/2026).
Menurut Ayep, pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik, mobilitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi perkotaan. Oleh karena itu, berbagai program yang telah direncanakan tetap dijalankan meskipun ruang fiskal pemerintah daerah masih terbatas.
Sejumlah proyek fisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kini mulai memasuki tahap pelaksanaan pada Juni hingga Juli 2026. Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan pembangunan yang tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga memperbaiki wajah kota.
“Yang sedang dikerjakan saat ini selain Jalan Pasar Gudang adalah trotoar di depan Setukpa, pembangunan kantor kecamatan di Gunungpuyuh, dan perbaikan Jalan Prana. Pekerjaan itu mulai berjalan bulan Juni-Juli,” kata Ayep.
Ia menjelaskan, penataan Jalan Pasar Gudang yang saat ini berlangsung merupakan bagian dari upaya memperbaiki kawasan strategis kota. Sementara pembangunan trotoar di depan Setukpa diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mempercantik kawasan tersebut.
Selain itu, pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh juga mulai dilaksanakan guna mendukung pelayanan publik yang lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat. Di sisi lain, perbaikan Jalan Prana menjadi salah satu proyek prioritas yang ditujukan untuk memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Tidak hanya mengandalkan APBD Kota Sukabumi, pemerintah daerah juga terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat penanganan sejumlah infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi Jalan Merbabu yang selama ini dikeluhkan masyarakat akibat kerusakan dan lubang di sejumlah titik.
“Untuk Jalan Merbabu tahun ini akan ditangani oleh provinsi. Namun sebagian titik yang rusak sudah kami lakukan penambalan terlebih dahulu,” ungkap Ayep.
Menurutnya, langkah penambalan sementara dilakukan agar kerusakan jalan tidak semakin membahayakan pengguna jalan sembari menunggu pelaksanaan pekerjaan utama dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Sukabumi juga memperoleh dana insentif sekitar Rp2 miliar yang akan dimanfaatkan untuk mendukung sejumlah program prioritas. Sebagian dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan, sementara sisanya dialokasikan untuk memperkuat pengelolaan sampah melalui pengembangan Tempat Pengelolaan Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Ayep menilai persoalan kebersihan dan pembangunan fisik harus berjalan beriringan. Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat program penanganan lingkungan.
“Nanti program Sapu Bersih juga akan berjalan. Kami ingin lingkungan Kota Sukabumi semakin bersih dan sampah yang berserakan bisa terus berkurang,” ujarnya.
Program Sapu Bersih yang tengah dipersiapkan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kota dan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Meski tantangan fiskal masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, Ayep menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ritme pembangunan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Saya minta warga tetap optimistis karena pemerintah akan terus mencari berbagai peluang pendanaan guna mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor. Jangan khawatir terkait pembangunan infrastruktur. Saya akan terus berikhtiar untuk membangun Kota Sukabumi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ayep berharap dukungan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan sehingga kapasitas fiskal daerah semakin kuat dan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dapat dipercepat pelaksanaannya.
“Kalau TKD sudah turun, tentu akan menjadi energi tambahan bagi kami untuk mempercepat berbagai program pembangunan yang sudah disiapkan,” pungkasnya. (sya)




























