SUKABUMITIMES.com – MTsN Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi di bidang literasi dengan meluncurkan buku antologi cerpen berjudul “Badai Pasti Berlalu”.
Buku karya siswa kelas Digital dan kelas unggulan itu resmi diperkenalkan dalam acara launching dan bedah buku yang berlangsung meriah serta mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang bertempat di Aula MTsN kota Sukabumi pada Senin (25/5/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Sukabumi, Samsul Puad, mengaku bangga atas lahirnya karya tulis tersebut. Menurutnya, buku ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi kreatif dan inovatif.
“Saya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi mengapresiasi terhadap keluarga besar MTsN Kota Sukabumi yang hari ini telah melaksanakan launching sebuah produk ataupun karya tulis yang diinisiasi oleh guru-guru yang melibatkan siswa-siswinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, buku “Badai Pasti Berlalu” merupakan antologi cerpen berisi curhatan dan pengalaman hidup para siswa, baik tentang keluarga, kehidupan pribadi, maupun pengalaman di madrasah.
“Ini adalah buku antologi cerpen curhatan dari anak-anak siswa-siswi baik di keluarganya, kehidupannya, di madrasahnya yang tertuang dan diterbitkan oleh penerbit Nyalanesia,” katanya.
Samsul berharap karya tersebut menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan, khususnya madrasah di Kota Sukabumi.

“Mudah-mudahan ini jadi inspirasi untuk kita semua, penggerak pendidikan di Kota Sukabumi wabilkhusus di Kementerian Agama. Mudah-mudahan ini menginspirasi semua siswa-siswi dan seluruh madrasah yang ada di Kota Sukabumi,” ucapnya.
Ia juga menyinggung pernyataan dari Dinas Perpustakaan yang menyebut karya seperti ini masih jarang ditemukan di tingkat SMP sederajat.
“Barusan pernyataan dari dinas perpustakaan juga, baru di Kota Sukabumi siswa-siswi tingkat SMP yang bisa melahirkan buku antologi cerpen ‘Badai Pasti Berlalu’,” tambahnya.
Lebih lanjut, Samsul meminta MTsN Kota Sukabumi untuk terus mempertahankan inovasi pendidikan dan meningkatkan kualitas tenaga pengajar.
“Siapa pun kepala madrasahnya, siapa pun guru-gurunya, saya berharap MTsN selalu tetap fokus berinovasi untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan. Guru-gurunya juga harus lebih meningkatkan kompetensinya untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi hari ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN Kota Sukabumi, Ernawati, mengaku haru dan bangga atas pencapaian para siswanya.
“Saya sebagai kepala sangat bangga dengan acara hari ini. Ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap prestasi anak dalam literasi juga penampilan anak-anak baik di bidang seni maupun puisi,” katanya.
Menurut Ernawati, launching dan bedah buku tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bukti bahwa siswa mampu menghasilkan karya yang bernilai.

“Acara launching dan bedah buku hasil karya siswa kelas digital dan kelas unggulan bukan sekadar penerbitan sebuah buku, tetapi bukti nyata bahwa anak-anak kita mampu berkarya, berpikir kreatif, dan menuangkan gagasan menjadi sesuatu yang bernilai dan menginspirasi,” ujarnya.
Ia juga mengaku terharu melihat semangat siswa dalam menyelesaikan karya tulis di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kalian telah menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya yang bermanfaat,” ungkapnya.
Ke depan, Ernawati berharap program literasi tidak hanya diikuti kelas unggulan, tetapi seluruh siswa MTsN Kota Sukabumi.
“Ke depan kegiatan literasi ini tidak hanya untuk kelas unggulan saja, tapi seluruh murid MTsN turut serta dalam pembuatan karya menulis antologi,” katanya.
Ia pun berpesan agar para siswa terus berkarya dan tidak takut mencoba.
“Teruslah menulis, teruslah bermimpi, dan jangan pernah takut untuk mencoba. Setiap tulisan adalah jejak pemikiran, dan setiap karya adalah langkah menuju masa depan yang gemilang,” pesannya.
Di tempat yang sama, guru pembimbing sekaligus wali kelas 8A MTsN Kota Sukabumi, Kinang Dramaga Harahap, menjelaskan bahwa tema “Badai Pasti Berlalu” dipilih untuk menggali potensi menulis siswa melalui pengalaman hidup yang pernah mereka alami.

“Latar belakang pemilihan tema ini ingin menggali lebih dalam potensi menulis anak dimulai dari badai kehidupan yang pernah mereka lalui, di mana itu bisa menjadi terapi menyalurkan emosi yang ada dalam diri kita melalui sebuah tulisan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, proses penyusunan buku memakan waktu hampir satu tahun, terutama dalam proses penulisan dan penggalian ide cerita.
“Kurang lebih setahun proses keseluruhan, yang memakan waktu cukup lama adalah proses penulisan dan penggalian idenya,” katanya.
Kinang juga mengaku mendapat banyak pelajaran dari kisah para siswa yang dituangkan dalam buku tersebut.
“Kesannya sungguh campur aduk, di mana di balik keceriaan seorang anak mereka ternyata menyimpan badainya masing-masing. Dan sejauh ini mereka berhasil melaluinya dan menuangkannya menjadi sebuah karya abadi,” tuturnya.
Ia berharap karya ini menjadi awal lahirnya penulis muda berbakat dari MTsN Kota Sukabumi.
“Semoga semangat berkarya tidak berhenti di sini. Kedepannya semoga lahir penulis-penulis handal dari MTsN Kota Sukabumi,” pungkasnya. (sya)































