SUKABUMITIMES.com – Pasca inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati Sukabumi di kawasan depan RSUD Palabuhanratu, langkah penataan langsung dilakukan pemerintah daerah.
Tim Gabungan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan penertiban di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Palabuhanratu.
Kasatpol PP Kabupaten Sukabumi, Deni Yudono menegaskan, penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Sukabumi agar kawasan depan rumah sakit terbebas dari parkir liar yang selama ini dinilai mengganggu arus lalu lintas.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan apa yang diperintahkan pimpinan. Personel Satpol PP gabungan dengan Dishub diterjunkan langsung ke lapangan sejak pagi hingga sore untuk melakukan pengamanan dan clear area di depan rumah sakit,” ujar Deni.
Menurutnya, penjagaan dilakukan penuh mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas disiagakan untuk memastikan bahu jalan di depan rumah sakit tetap steril dari kendaraan yang parkir sembarangan.
Dari pantauannya di lokasi, Deni menegaskan sejumlah kendaraan masih terlihat berada di sekitar area depan rumah sakit. Namun, Deni menjelaskan kendaraan tersebut bukan milik keluarga pasien yang hendak berobat atau menjenguk.
“Kendaraan yang masih ada di sini kebanyakan milik warga yang jajan, ngopi atau pedagang. Kalau untuk keluarga pasien, semuanya diarahkan masuk ke area parkir rumah sakit,” katanya.
Untuk mendukung penertiban, petugas juga memasang pembatas jalan atau tolo-tolo di sejumlah titik agar kendaraan tidak lagi memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi parkir.
Deni mengimbau masyarakat agar memahami langkah penataan yang tengah dilakukan pemerintah. Menurutnya, penertiban ini bertujuan menciptakan ketertiban kawasan serta mengurangi kemacetan di jalur utama Palabuhanratu tersebut.
“Kita ingin kawasan ini tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Masyarakat diharapkan bisa memahami kondisi ini karena penataan dilakukan demi kepentingan bersama,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan penjagaan intensif tersebut akan berlangsung. Pemerintah daerah juga mulai memikirkan solusi bagi para pedagang yang selama ini beraktivitas di sekitar lokasi.
“Kalau pedagang masih tetap di sini, kemungkinan kondisi seperti ini akan terus terjadi. Maka nanti akan dibahas bersama pihak manajemen rumah sakit dan dinas terkait mengenai kemungkinan relokasi pedagang,” tandasnya.































