SUKABUMITIMES.com – Tanggul penahan tanah (TPT) yang berlokasi di RT 01/05 Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi yang jebol sekitar dua tahun lalu sampai saat ini belum juga diperbaiki dan ini menjadi keluhan warga setempat.
Akibat jebolnya TPT tersebut, terganggunya aliran irigasi dan juga menyebabkan banjir bila hujan turun dengan deras.
Salah seorang perwakilan warga setempat, Jamaludin Miftah mengatakan, masyarakat sudah berulang kali melaporkan kepada pemerintah, baik secara langsung maupun dengan cara tertulis.
“Namun hingga kini belum ada langkah konkrit dari pemerintah. TPT ini jebol sudah dua tahun yang lalu. Bahkan kami sudah dua kali termasuk laporan tertulis pada Oktober 2025. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar Jamaludin saat diwawancarai awak media pada Kamis (26/03/2026).
Jamaludin menegaskan bahwa jebolnya tanggul tersebut berdampak terhadap saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian di wilayah lingkar selatan.
“Tentu saja hal ini sangat mengganggu aktivitas pertanian warga,” tegasnya.
Menurutnya, aliran irigasi ini sangat penting untuk sawah. Karena tersumbat, air tidak lancar dan ada lahan yang terdampak.
“Kami akhirnya harus swadaya membersihkan saluran setiap bulan agar tetap bisa digunakan,” .ujarnya.
Bukan hanya aliran irigasi saja yang terdampak, masih kata Jamaludin, kondisi ini tidak jarang menyebabkan terjadinya banjir jika curah hujan tinggi.
“Kalau hujan deras, air pasti naik sampai ke rumah warga, karena aliran terhambat,” terangnya.
Apa yang menjadi keluhan warga RT 01/15 tersebut dibenarkan oleh lurah Dayeuhluhur Supardi. Dan pihaknya juga sudah mendapat laporan masyarakat terkait dengan TPT yang jebol.
“Kami juga sudah melakukan pengecekan lapangan dan sudah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait. Dan adapun pengerjaan itu bukan kewenangan kami,” ungkap Supardi.
Lurah Supardi menjelaskan bahwa kewenangan perbaikan TPT adalah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Sukabumi.
“Sebatas menyampaikan laporan dan aspirasi masyarakat. Secara tupoksi kami sudah menjalankan tugas. Untuk realisasi perbaikan memang berada di ranah DPUTR,” pungkasnya. (*/sya)

































