SUKABUMITIMES.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Integrated Terminal (IT) Jakarta menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Naik Kelas dengan tema Memperkuat Pemasaran dan Tata Kelola Keuangan Menuju Usaha Berkelanjutan pada Jumat (10/7/2026) di Aula Kantor Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Jakarta Utara.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM pra-sejahtera.
Sebanyak 45 pelaku UMKM dari Kelurahan Penjaringan, Pademangan Barat, dan Sunter Jaya mengikuti pelatihan ini.
Ketiga wilayah tersebut selama ini menjadi fokus program pemberdayaan karena masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang memerlukan perhatian bersama, termasuk tingkat kesejahteraan masyarakat yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah wilayah lain di Jakarta Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Tanjung Priok Eka, Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Sunter Jaya Arif, serta Mitra Binaan Pertamina Patra Niaga Regional JBB Racik Mina. Pelatihan menghadirkan dua sesi utama yang dirancang untuk menjawab tantangan UMKM di era digital. Sesi pertama bertajuk Perjalanan Inovasi disampaikan oleh, Owner IrawanChips, Muhammad Andre Irawan yang membagikan pengalaman mengembangkan usaha dari skala kecil melalui inovasi produk dan kemampuan membaca peluang pasar.
Sementara itu, sesi kedua bertajuk Strategi Digital Marketing melalui TikTok dan Shopee disampaikan oleh dosen Sekolah Tinggi Manajemen Labora, Harry Wiyanto. Melalui sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, pengembangan konten kreatif, serta upaya meningkatkan penjualan melalui platform digital yang kini menjadi bagian penting dalam ekosistem bisnis.
Salah satu peserta pelatihan, Siti Nurhayati, pelaku UMKM asal Kelurahan Penjaringan, mengaku sebelumnya hanya mengandalkan pelanggan di lingkungan sekitar untuk memasarkan produknya. Melalui pelatihan ini, ia memperoleh berbagai wawasan baru yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usahanya.
“Selama ini saya berjualan hanya mengandalkan pelanggan sekitar. Dari pelatihan ini saya jadi memahami bagaimana memanfaatkan TikTok dan Shopee untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Saya juga belajar bahwa inovasi dan kreativitas sangat penting agar usaha bisa terus berkembang,” ujar Siti.
Di lain kesempatan, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan investasi sosial jangka panjang yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan sesaat. Yang jauh lebih penting adalah membuka akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang ekonomi. Melalui pelatihan ini, Pertamina ingin menghadirkan energi yang memberdayakan agar para pelaku UMKM memiliki kemampuan untuk meningkatkan pendapatan, mengembangkan usaha, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” ujar Arya.
Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat pemberdayaan UMKM. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 Tanpa Kemiskinan dan poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. (*)


























