SUKABUMITIMES.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek menerima kunjungan Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga untuk meninjau Program Ngabedahkeun Walahar, salah satu program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang berlangsung di Desa Walahar, Kabupaten Karawang pada Selasa (7/7/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Tina Talisa, Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Dewi Kurnia Salwa, VP Corporate Involvement and Development (CID) Dian Hapsari, Sr. Supervisor CSR & SMEPP Regional JBB Dila Amanda Kenniza, FT Manager Cikampek Ari Yunanto, Ketua Yayasan Pesona Walahar Kreatif Enjang Ramadhin, serta perwakilan masyarakat Desa Walahar.
Program Ngabedahkeun Walahar merupakan inisiatif pelestarian sumber daya air yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal. Berawal dari tradisi masyarakat yang membersihkan aliran Sungai Citarum, inisiatif dijalankan melalui tiga pilar utama, yaitu Ngabedahkeun Air, Ngabedahkeun Sempadan Danau, dan Ngabedahkeun Ekonomi Masyarakat. Melalui pilar tersebut, Danau Kalimati berhasil dikembangkan menjadi Danau Cinta, kawasan konservasi yang memadukan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan sosial dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Penerima manfaat Program Ngabedahkeun Walahar terdiri dari 94 orang yang mencakup pemuda rentan ekonomi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengrajin eceng gondok. Program ini juga memperkuat 15 UMKM melalui konsinyasi, mengembangkan 6 kelembagaan lokal, menarik 10.000 pengunjung, dan didukung kolaborasi dengan 10 instansi untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Dewan Komisaris meninjau berbagai inovasi yang telah diterapkan, di antaranya pemanfaatan energi bersih melalui biogas dan panel surya, teknologi _Hybrid Ecodry_ untuk pengeringan eceng gondok, _Hydropure_ sebagai teknologi filtrasi air berbasis membran selulosa eceng gondok, serta berinteraksi dengan para pengrajin yang mengolah eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi.
Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Tina Talisa mengapresiasi Program Ngabedahkeun Walahar dalam melakukan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Saya mengapresiasi semangat masyarakat, khususnya para pemuda Desa Walahar, yang mampu mengubah potensi desa menjadi kekuatan pembangunan. Program seperti ini membuktikan bahwa sinergi berbagai pihak dapat menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Tina.
Ketua Yayasan Pesona Walahar Kreatif, Enjang Ramadhin menyampaikan bahwa pendampingan dari Pertamina menjadi faktor penting dalam pengembangan Desa Walahar.
“Pendampingan dari Pertamina memberikan semangat dan kepercayaan bagi kami untuk terus berkembang. Kini masyarakat tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi melalui pemanfaatan potensi Desa Walahar,” ujar Enjang.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra menegaskan bahwa Program Ngabedahkeun Walahar menjadi wujud komitmen Pertamina dalam menghadirkan program berkelanjutan.
“Keberhasilan Ngabedahkeun Walahar menunjukkan bahwa kolaborasi yang konsisten mampu menghadirkan manfaat jangka panjang. Harapannya, program ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak inisiatif serupa,” ujar Arya.
Program ini turut mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 6 mengenai air bersih dan sanitasi layak, SDG 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan. (*)


























