SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengambil langkah strategis dalam memperkuat stabilitas politik dan arah pembangunan daerah dengan menggelar silaturahmi serta buka puasa bersama seluruh pimpinan partai politik (parpol) se-Kota Sukabumi.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota pada Kamis (26/2/2026) ini menjadi momentum krusial, mengingat hadirnya perwakilan dari seluruh spektrum politik, baik partai yang memiliki kursi di parlemen maupun partai non-parlemen.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang ramah tamah di bulan suci Ramadhan, namun juga menjadi forum pemaparan visi besar pemerintah daerah ke depan.
Dalam pidatonya, Ayep Zaki secara terbuka memaparkan target ambisius terkait penguatan struktur fiskal Kota Sukabumi. Ia menegaskan bahwa kemajuan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan anggaran daerah
“Ini kegiatan rutin yang kebetulan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Saya sampaikan perkembangan terkini dan rencana strategis ke depan. Saya akui, mimpi saya untuk Kota Sukabumi cukup besar, terutama dalam meningkatkan APBD. Paling tidak, Kota Sukabumi harus memiliki APBD di angka Rp1,8 triliun sampai Rp2 triliun,” tegas Ayep Zaki di hadapan para tokoh politik.
Ayep menjelaskan bahwa langkah menuju target tersebut akan dimulai secara konkret pada tahun anggaran 2026.
Ia memproyeksikan pada tahap awal, APBD dapat menyentuh angka Rp1,450 triliun sebagai landasan pacu untuk peningkatan bertahap di tahun-tahun selanjutnya.
Selain fokus pada angka anggaran, Wali Kota juga menekankan urgensi transformasi birokrasi. Ia menilai, anggaran yang besar tidak akan efektif tanpa didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan adaptif terhadap teknologi.
Salah satu terobosan yang dipaparkan adalah integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pemerintahan.
Ayep mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk beralih ke sistem yang lebih terukur seperti sistem merit dan manajemen talenta untuk mempercepat kinerja pelayanan publik.
“Kita terus melatih SDM dan mulai menggunakan teknologi AI untuk mempercepat tugas pemerintahan. Setiap bulan saya lakukan monitoring langsung terhadap progres sistem ini,” tambahnya.
Langkah Wali Kota ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pimpinan partai politik. Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Sri Widagdo, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan kepala daerah.
Namun, ia juga memberikan catatan kritis terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Partai Golkar mendukung seribu persen kebijakan Pak Wali Kota. Namun, kami menyoroti persoalan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih banyak belum tertagih, khususnya di wilayah Cikole. Kami menyarankan keterlibatan aktif RT dan RW dalam penagihan agar target PAD bisa tercapai,” ujar pria yang akrab disapa Ado tersebut.
Senada dengan Golkar, Ketua DPD PAN Kota Sukabumi, Atut Wigati, mengapresiasi upaya penyelarasan visi misi ini.
Menurutnya, komunikasi lintas partai sangat diperlukan untuk memastikan program pemerintah sejalan dengan aspirasi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi niat Pak Wali Kota untuk menyatukan seluruh partai politik demi kemajuan daerah. PAN akan terus mendukung selama tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat,” tutur Atut.
Dari sisi partai pengusung, Ketua DPC PPP Kota Sukabumi, Ima Slamet, menilai pola komunikasi yang dibangun Ayep Zaki selama setahun kepemimpinan sudah berjalan dengan sangat baik.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya proses dalam mewujudkan janji-janji politik.
“Sebagai partai pengusung pasangan Ayep Zaki dan Bobby Maulana, kami berkewajiban mengawal program pemerintahan. Memang belum semua janji terealisasi dalam satu tahun, itu butuh proses. Tapi kami melihat komunikasi politik terjalin sangat baik, dan itu modal penting untuk tahun-tahun mendatang,” pungkas Ima. (*/sya)































