Ngaku Ketua DKM Masjid Raya Raudhatul Irfan, Tipu Pedagang Disabilitas Asal Cisaat Sukabumi

SUKABUMITIMES.COM – Memalukan, seorang yang mengaku-aku sebagian Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Raudhatul Irfan menipu pedagang yang berstatus disabilitas beserta anaknya yang sedang berjualan di sekitar masjid tersebut.

Pedagang disabilitas netra yang bernama Ii Jali Padli (38), warga Kampung Sukamanah 1, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, kehilangan seluruh hasil dagangan serta telepon genggam miliknya.

Peristiwa yang memilukan Ii Jali tersebut terjadi pada Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Waktu itu setelah salat Zuhur dikawasan Masjid Raya Raudhatul Irfan, Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Yang membuat takjub adalah meskipun buta tetapi tidak pernah menyerah pada keadaan dan giat mencari nafkah untuk keluarganya, meskipun hanya mengandalkan pendengaran dan hafalan langkah untuk melayani pembeli dan dibantu anaknya yang berusia 10 tahun.

Ii Jali menceritakan peristiwa pilu yang menimpa diri dan anaknya, saat itu, dirinya yang ditemani anaknya berjualan seperti biasa di kawasan sekitar masjid raya dan memang sudah biasa jualan di sini.

“Nah, setelah selesai salat Zuhur, saya duduk di samping masjid, karena biasanya ada yang suka beli, diantaranya para mahasiswa,” awal cerita Ii Jali.

Setelah itu, kemudian datanglah bapak-bapak yang mengaku bernama Irfan, katanya Ketua DKM masjid ini.

“Bicaranya sangat ramah dan juga penuh empati. Katanya ia prihatin melihat kondisi saya yang tidak bisa melihat. Ia berjanji akan memborong semua dagangan dan bahkan katanya ingin memberi bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta,”‘ujarnya.

Tentu saja ada yang mau borong dagangan dan beri banyak, tentu saja Ii Jali sangat senang Dan bersyukur mendengarkan apa yang bapak tersebut ucapkan.

“Saya tidak menaruh curiga sedikitpun dan terus ikuti apa yang diarahkan bapak tersebut dan saya diarahkan untuk masuk ke dalam masjid,”‘ lanjutnya.

“Dia bilang sudah musyawarah dengan pengurus DKM, mau bantu saya ngasih modal. Dia minta uang hasil jualan hari itu, katanya untuk dihitung dari zakat umat. Saya kasih saja, karena percaya. Tapi ternyata barang dagangan saya juga diambil,” ujarnya.

Bukan hanya sampai di situ saja, pelaku tersebut kembali memperdaya korban akan memberi beras sebanyak 25 kilogram, minyak goreng dan mie instan.

“Tapi sebelumnya, ia meminjam ponsel saya, katanya mau buat foto bantuan tersebut dan anak saya di suruh membeli jajanan di depan masjid,”‘ ujar Ii Jali.

Dirinya menunggu orang tersebut lama sekali, hampir setengah jam, namun pelaku tidak kunjung kembali.

“Setelah lama tidak muncul, saya mulia curiga dan juga sekaligus khawatir karena anak saya juga tak kunjung kembali,”‘ paparnya.

Setelah mencari-cari anaknya, ada mahasiswa memberi tahu bahwa anaknya sedang jajan di luar.

“Setelah anak-anak datang, dia bilang katanya pak Irfan sedang beli sembako di minimarket. Dari situlah saya mulia sadar kemungkinan telah ditipu,” bebernya.

Setelah itu, Ii Jali langsung berinisiatif untuk laporan ke petugas keamanan masjid. Pelaku sempat di kejar, namun tidak berhasil. Dari hasil rekaman CCTV, pelaku diduga sengaja memanfaatkan area yang tidak terpantau kamera untuk melancarkan aksinya.

Ia juga melaporkan peristiwa yang menimpanya tersebut ke Polsek Cisaat, namun oleh petugas piket Polsek Cisaat mengarahkan ke Polsek Cibadak. Karena memang, wilayah terebut berada di wilayah hukum Polres Sukabumi.

Atas peristiwa tersebut, Pedagang disabilitas tersebut mengalami kerugian berupa kehilangan uang sebesar Rp277 ribu, sebuah handphone dengan merk Samsung dengan taksiran harga Rp2,8 juta serta berupa kartu SIM pribadinya.

“Saya takut kalau nanti nomor kartu itu disalahgunakan,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *