RSUD R. Syamsudin Tangani 16 Pasien Bibir Sumbing Lewat Program Sosial Cegah Stunting pada Anak 

SUKABUMITIMES.COM – Sebanyak 16 pasien dari Kota dan Kabupaten Sukabumi menjalani operasi bibir sumbing di RSUD R. Syamsudin S.H., Jumat (8/8/2025).

Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari program bakti sosial yang rutin dijalankan rumah sakit setiap bulan.

Plt. ‎Direktur RSUD Bunut, Yanyan Rusyandi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki jadwal kegiatan sosial yang terstruktur. Selain operasi bibir sumbing, program yang paling sering dilaksanakan adalah khitanan massal dengan dukungan tim medis yang selalu siap siaga.

‎Menurutnya, operasi kali ini diikuti pasien yang mendaftar melalui program sosial maupun yang datang secara mandiri.

“Ada yang memang ikut bakti sosial, ada juga yang minta penanganan di luar program ini. Semua kami layani,” kata Yanyan.

‎Setiap pasien memiliki rekam medik yang tercatat di rumah sakit. Data tersebut digunakan untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai riwayat kesehatan masing-masing pasien.

“Kebetulan kali ini kegiatannya bertepatan dengan agenda bakti sosial, tapi prinsipnya kami siap menangani kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.

‎Meskipun sifatnya gratis bagi peserta bakti sosial, proses tindakan medis tetap mengikuti clinical governance atau tata kelola klinis yang berlaku di RSUD. Protokol keselamatan pasien dan standar operasional prosedur dijalankan tanpa kompromi.

‎Yanyan juga menegaskan, seluruh rekam medik merupakan hak milik pasien.

“Dokumen itu milik pasien, kami hanya menyimpan salinannya sebagai arsip rumah sakit,” jelasnya.

‎Melalui kegiatan ini, RSUD R. Syamsudin berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penanganan dini kelainan bawaan seperti bibir sumbing.

‎Program serupa akan terus digelar secara berkesinambungan untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Apalagi berdasarkan penjelasan dari dokter yang melakukan operasi jika bibir sumbing pada anak akan berdampak buruk pada kesehatan di kemudian hari. (uml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *