SUKABUMITIMES.COM – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi Samsul Puad menegaskan, bahwa 980 siswa dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) mengikuti Masa Ta’aruf Siswa Madrasah Ramah Anak (Matsama Ramah) tahun 2025.
Ini diungkapkan Samsul Puad ketika ditemui sukabumitimes.com disela-sela kunjungannya di MTsN kota Sukabumi, pada Senin (14/7/2025).
“Alhamdulillah, seluruh sekolah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) di Kota Sukabumi hari Senin (14/7/2025) mulai melaksanakan Matsama Ramah tahun 2025,” tegasnya.
Dari ke 980 siswa baru tersebut terdiri dari siswa kelas 1 di MTsN kota Sukabumi sebanyak 224 siswa atau 7 Rombel, di MAN 1 sebanyak 360 siswa (10 Rombel), dan MAN 2 dengan jumlah siswa 396 orang (11 Rombel).
“Matsama yang mulai dilaksanakan hari ini (Senin) mempunyai fungsi yang sangat penting bagi siswa baru untuk lebih mengenal lingkungan madrasah,” ungkap Samsul Puad.

Puad menjelaskan mengapa para siswa madrasah hari ini harus mengikuti Matsama Ramah, menurutnya anak-anak harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
“Saya yakin, hari ini anak-anak didik kita harus beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Hari ini banyak yang dari SD melanjutkan sekolah ke MTsN ini, begitu juga siswa MI serta tidak sedikit yang lulusan SMP melanjutkan ke MAN yang ada di kota Sukabumi,” jelasnya.
Siswa, baik di MTsN dan MAN di Kota Sukabumi ini bukan hanya datang dari wilayah kota saja, melainkan tidak sedikit yang berasal dari wilayah kabupaten Sukabumi.
“Maka untuk mempercepat mereka beradaptasi dilaksanakan program Matsama Ramah ini dan ini memang dicanangkan oleh pemerintah, khususnya Kemenag RI,” ujarnya.
Dalam sistem penerimaan siswa baru (SPMB) 2025 ini, Orang nomor satu di Kemenag kota Sukabumi ini menandaskan bahwa madrasah masih mempertahankan Standar Pelayanan Minimal (SPM) madrasah.
“Bahwa di SPM disebutkan bahwa di MTsN satu Rombel itu berisi 32 siswa dan untuk MAN sendiri setiap Rombel ada 36 Siswa, dikarenakan bangunan ruang kelas sudah termasuk luas,” tandasnya.

Ketika ditanya terkait dengan adanya surat edaran dari gubernur Jabar bahwa setiap Rombel itu boleh berisi 50 siswa, Samsul Puad dengan tegas menyatakan belum menerapkan hal tersebut.
“Karena kemenag itukan sifatnya lembaga yang bersifat vertikal, kita masih melaksanakan kebijakan-kebijakan yang sudah ditetapkan oleh Kemenag RI, yakni sesuai dengan juklak dan juknis PPDB 2025 itu jangan lebih dari 12 Rombel.
Puad berpesan kepada Madrasah yang sedang melaksanakan Matsama untuk melaksanakan Matsama Ramah dengan sebaik-baiknya dan juga memperbanyak koordinasi dengan pihak orang tua siswa.
“Semoga Matsama Ramah berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan panitia, harus sering melakukan koordinasi Orang tua siswa supaya dalam setiap kebijakan yang dibuat oleh lembaga bisa diketahui oleh keluarga besar Kemenag, khususnya Komite Madrasah,” pesannya.
Samsul Puad menginginkan supaya anak-anak atau siswa baru madrasah cepat beradaptasi dengan lingkungannya, cepat mengenal guru-gurunya, dan begitu juga dengan lingkungannya.
“Supaya anak-anak cepat beradaptasi melalui program Eko Teologi. Dimana Eko sendiri itu mempunyai arti lingkungan dan teologi itu berbasis ketuhanan diantaranya kita harus kenal sesama, kenal lingkungan, dan kepada orang-orang di sekitar kita,” pungkasnya. (sya)































