SUKABUMITIMES.COM – Ketua Panitia Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) tahun 2025 KCD Wilayah V Jabar Iwan Setiawan mengungkapkan pendaftaran SPMB 2025 Jabar jenjang SMA, SMK, dan SLB untuk tahap 1 ditutup pada tanggal 16 Juni 2025.
Hal ini diungkapkan oleh Iwan Setiawan kepada sukabumitimes.com saat diwawancarai di Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah V pada Senin (16/6/2025).
“SPMB Jenjang SMA, SMK dan SLB tahap satu pendaftaran dari tanggal 10 hingga 16 Juni 2025, jadi hari ini pendaftaran terakhir tahap 1,” ungkap Iwan Setiawan.
Iwan Setiawan menjelaskan, bahwa pendaftaran SPMB 2025 tahap 1 ini khusus untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi.
“Masa sanggah 16 – 17 Juni 2025 dan 18 Juni 2025 penetapan oleh satuan pendidikan, dan 19 Juni 2025 pengumuman,” jelasnya.
Pihaknya mengatakan, adanya beberapa perbedaan dalam pelaksanan SPMB 2025 bila dibandingkan dengan SPMB tahun terdahulu.
“Ada perbedaan, jika tahun lalu dengan mengunakan sistem atau jalur zonasi, sedangkan tahun ini dengan jalur domisili, yakni yang ber basis domisili dengan beberapa rayon. Kalau tahun kemarin dengan perpindahan tugas, SPMB 2025 dengan istilah mutasi, tapi secara subtansi mirip,” kata Iwan Setiawan yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Pengawas (Kormas) SMA KCD Wilayah V Jabar.
Menurutnya, yang mengalami perubahan secara signifikan itu di jalur prestasi. Di jalur ini semua yang mendaftar harus mengikuti test yang namanya tes terstandar dari pusat yang akan dilaksanakan diawal Juli yakni tanggal 3 dan 4 Juli 2025.
“Sehingga yang mendaftar melalui tes prestasi, baik itu raport, akademik maupun non akademik, maupun jalur Ketua OSIS Semuanya harus mengikuti test,” ujarnya.
Point pentingnya bagi masyarakat dengan pelaksanan test di jalur prestasi ini adalah jika nilai raport anak tidak terlalu tinggi, namun tetap mempunyai kesempatan untuk diterima karena dengan adanya test tersebut.
“Dengan kesempatan kemampuan menjawab soal yang berbentuk literasi dan numerasi ini kesempatan semua sama asalkan mampu menjawab pertanyaan test dengan baik,” terangnya.
Diakuinya, bahwa SPMB 2025 jalur domisili ini memang ujung-ujungnya adalah jarak. Di jalur domisili ini ada yang namanya pendataan rayon, dimana ini merujuk dimana masyarakat itu tinggal, terutama di sekitar sekolah.
“Dengan domisili dalam satu rayon ini, siswa tidak akan bisa ke rayon yang berbeda. Salah satu contoh rayon yang masuk sekitar SMA 3, diinput tidak akan dapat muncul di SMAN 1,” akunya.
Iwan mempunyai keyakinan, sistem ini akan memberikan hak yang sama bagi anak-anak bangsa yang dimana kecamatan yang belum mempunyai sekolah jenjang SMA Negeri mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar.
“Karena Sampai hari ini pemerintah juga belum bisa menyediakan sekolah di setiap Kecamatan dalam satu rayon tersebut. Dan yang menyediakan rayon ini adalah sistem,” imbuhnya.
Secara prosentase yang paling sedikit ada di jalur Mutasi, yaitu lima persen. Yang dibagi dua, yaitu perpindahan tugas dan anak guru. Salah satunya syarat jalur Mutasi pindah tugas itu harus ada Surat Keputusan (SK) dengan batas maksimal 1 tahun, lebih dari itu tidak bisa.
“Sedangkan kalau anak guru, itu diprioritaskan anak dari guru yang mengajar di sekolah tersebut,” tandasnya.
Selain jalur yang sudah ditetapkan dalam SPMB 2025 ini, ada satu SMAN di Kabupaten Sukabumi yang mendapat kuota tambahan namanya program Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi, yakni SMAN 1 Cikembar dan ini diputuskan langsung oleh Kemendikdasmen.
“Program Afirmasi ADEM Repatriasi merupakan program beasiswa yang diperuntukkan untuk anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bersekolah di jenjang SMP dan sederajat di Community Learning Center (CLC) Sabah, Malaysia,” jelasnya.
Ia menyampaikan sampai saat ini sudah ada 20 anak yang mendaftar melalui program ADEM Repatriasi ini.
“SMAN 1 Cikembar dipilih, karena disana banyak fasilitas keagamaan yang lain. Nanti bagi yang repatriasi jika beragama non Islam, ibadahnya jadi gampang,” terangnya.
Dirinya menegaskan bahwa, sistem SPMB yang sudah ada tidak dapat dirombak lagi, termasuk panitia sekalipun.
“Oh, tidak bisa di rubah meskipun oleh panitia. Karena semua sudah terkunci,” tegasnya.
Kalau ada oknum yang berusaha untuk bermain di belakang dalam pelaksana SPMB ini, silahkan dilaporkan ke KCD Wilayah V atau laporkan ke pengaduan hotline Jabar. Silahkan adukan kesitu.
Dirinya berpesan kepada seluruh panitia SPMB 2025 khususnya yang berada di KCD wilayah V Jabar supaya terus mengawal SPMB ini agar berjalan secara obyektif, akuntabel, transparan dan adil.
“Kita semua wajib menjaga integritas, agar SPMB ini sukses dan dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Seusai dengan amanah dari pak KDM, yakni mengamankan regulasi,” pesannya.
Ia juga berharap mudah-mudahan SPMB 2025 Jabar ini bisa menjadi lebih baik lagi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Kita juga sudah membuat pakta integritas untuk menegakkan SPMB secara obyektif, akuntabel, transparan, dan adil,” pungkasnya. (sya/rus)































