SUKABUMITIMES.COM – Wakil Ketua DPRD kota Sukabumi Feri Sri Astrina menyoroti kinerja pasangan Ayep Zaki dan Bobby Maulana dalam 100 hari kerjanya.
Menurutnya memang kalau dilihat dari sektor fisik atau pembangunan infrastruktur harus diakui belum memiliki kemajuan secara signifikan, namun jika dilihat dari inisiasi program sudah berjalan dengan baik.
Hal ini diungkapkan oleh Feri Sri Astrina saat menghadiri kegiatan silahturahmi dengan awak media yang tergabung di organisasi PWI Kota Sukabumi, di Taman Wisata Alam Oasis pada Sabtu (31/5/2025).
“Pak Wali dan Pak Wakil kelihatan sering terjun langsung ke lapangan, dan proses evaluasi sudah berjalan,” kata Feri yang merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar Kota Sukabumi.
Sebagai mitra Komisi 1 DPRD, Feri menilai kerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejauh ini berjalan cukup baik, termasuk dengan BKPSDM terkait isu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Bahkan, Komisi 1 telah menggelar audiensi dengan Tenaga Harian Lepas (THL) bersama BKPSDM dan telah menyampaikan hasilnya kepada KemenPAN RB.
“Alhamdulillah sudah ada jawaban, mudah-mudahan tahun ini terealisasi,” ujar Feri.
Namun, ia juga mengakui masih ada OPD yang perlu dievaluasi, karena dinilai lamban merespons undangan rapat dengan alasan bentrok agenda lain.
Feri turut menyinggung keberadaan tenaga ahli dari tim wali kota yang diangkat melalui SK Wali Kota. Saat ini, DPRD sedang melakukan pendalaman terkait hal tersebut.
“Ke depan kita akan melakukan rapat kerja dengan OPD-OPD terkait, termasuk menyelesaikan masalah kepegawaian bersama BKPSDM,” imbuhnya.
Selain itu, Pihaknya juga menyinggung program inovatif “tukar sampahmu dengan beras” sebagai langkah menjaga kelestarian lingkungan.
Feri mengatakan, program tersebut masih dalam tahap edukasi kepada masyarakat dan ditargetkan akan launching paling lambat akhir tahun ini.
“Penataan lingkungan tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, perlu kerja keras dan kolaborasi antar semua stakeholder. InsyaAllah akhir tahun sudah terealisasi,” kata Feri.
Lebih lanjut Feri menjelaskan, sampah yang akan ditukar dengan beras adalah jenis sampah anorganik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, bahkan hingga ribuan tahun.
Program ini akan dijalankan secara bertahap, dimulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan, sebelum akhirnya menjangkau seluruh Kota Sukabumi.
“Kami akan terus memotivasi masyarakat agar bergerak bersama,” pungkasnya. (sya)






























