Kopi Penyumbang Inflasi Tertinggi di Kota Sukabumi, Urip Sugeng: Kota Sukabumi Tertinggi se-Jabar

SUKABUMITIMES.COM – Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi Urip Sugeng Santoso membenarkan bahwa Kota Sukabumi itu mengalami inflasi tertinggi se-Jawa Barat, yaitu sebesar 2,74.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Kota Sukabumi Urip Sugeng Santoso ketika ditemui sukabumitimes.com dikantornya pada Rabu (14/5/2025).

“Betul untuk inflasi 2,74 itu merupakan inflasi secara Year-on-Year (Y-on-Y) dan ini lebih untuk kebijakan makro,” kata Urip Sugeng Santoso.

Ia mengungkapkan, disini membandingkan kondisi di bulan April 2025 dengan April 2024.

“Kenapa tinggi? Ketika kita melihat historinya, karena di bulan Desember 2024 kita sempat mencapai level bulanan yang tinggi. Bahkan kita bisa akan menjadi yang tertinggi terus jika tidak ada lompatan jauh deflasi,” ungkap Kepala BPS Kota Sukabumi.

Lebih lanjut, Urip Sugeng menjelaskan, bahwa penghitungan Y-to-Y itu ada sumbangan dari bulan (M-to-M), yaitu komulatif, dimana komulatif itu Year-to-Date (Y-to-D).

“Sebenarnya lebih tepat untuk mengukur kabupaten/kota. Suatu target itu biasanya satu tahun. Misalnya target tahun lalu itu 2,5 ± 1, itu ditinjau nya dari (M-to-M) dan (Y-to-D),” lanjutnya.

Disini pemerintah daerah harus bisa menjaga inflasi diangkat 2,5 atau setidaknya 3.

Ia menjelaskan kenapa Kenapa di Sukabumi inflasi itu tertinggi se-Jabar, hal ini disebabkan karena di bulan Desember 2204 ada lompatan inflasi M-to-M yang tinggi yaitu 0,87.

“Akibat kondisi di akhir tahun dan juga adanya bencana,” jelasnya.

Kepala BPS kota Sukabumi menerangkan, penyebab tingginya inflasi sebesar 2,74 di Kota Sukabumi itu yang paling banyak menyumbangkan dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, yaitu sebesar 1,22

“yaitu dari kopi, dikarenakan sekarang setiap orang itu pada ngopi. Minum kopi bukan hanya orang dewasa saja, sekarang anak-anak pun minum kopi,” terangnya.

Yang menjadi penyebab inflasi adalah ketika barang yang banyak di konsumsi itu naik, maka akan berdampak pada tingkat inflasi.

“Selain itu penyebab inflasi lainnya adalah dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, seperti di emas dan perhiasan lainnya. Kan harga emas naik terus,” urainya.

Yang menjadi dasar adanya kenaikan inflasi itu dari kenaikan harga. Dimana ada harga yang dipatok seminggu sekali, ada yang dua minggu sekali, bahkan ada yang dipatok sebulan sekali, seperti bensin, rokok dan lainnya.

Pihaknya menambahkan untuk kabupaten/kota lainnya di Jabar setelah Sukabumi itu kota Depok.

“Kedua untuk Y-on-Y Kota Depok dengan 1,87,” tambahnya.

Kalau kita bicara target itu dengan menggunakan Y-to-D dan M-to-M. Untuk mencapai target 22,5 ± 1, nah pengendaliannya nanti di bulan Juni atau Juli.

“Sedangkan untuk Y-to-D juga tertinggi itu ada dua daerah, yakni Kota Sukabumi dan Kabupaten Bekasi sebesar 1,78,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed