SUKABUMITIMEE.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Juni 2026. Kenaikan tersebut ditandai dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,40 pada Mei menjadi 111,89 pada Juni 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa inflasi bulanan tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat selama Juni 2026.
“Pada Juni 2026 terjadi inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan atau month to month. Kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,40 pada Mei 2026 meningkat menjadi 111,89 pada Juni 2026,” ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Selain inflasi bulanan, BPS juga mencatat inflasi secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 3,34 persen, sementara inflasi secara tahun kalender (year to date/ytd) berada di angka 1,79 persen.
“Secara tahunan atau year on year terjadi inflasi sebesar 3,34 persen dan secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi 1,79 persen,” kata Ateng.
Menurutnya, peningkatan IHK dari 111,40 menjadi 111,89 mencerminkan adanya kenaikan rata-rata harga berbagai komoditas yang masuk dalam perhitungan inflasi nasional selama Juni 2026.
“Kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,40 pada Mei menjadi 111,89 pada Juni menunjukkan terjadinya inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan,” jelasnya.
Data yang dirilis BPS tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam memantau perkembangan harga barang dan jasa di Indonesia. Angka inflasi juga menjadi acuan bagi pemerintah dan pelaku ekonomi dalam menyusun berbagai kebijakan ekonomi, termasuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
BPS menegaskan, perkembangan inflasi akan terus dipantau secara berkala untuk melihat dinamika harga di tingkat konsumen sepanjang tahun 2026. (sya)



























