SUKABUMITIMES.COM – Diterjang banjir bandang, jembatan darurat sebagai jalur alternatif jembatan Bojongkopo yang berlokasi di antara desa Cidadap dan desa Loji kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi roboh.
Robohnya jembatan darurat tersebut mengakibatkan kendaraan roda empat yang akan melintas dari arah Bagbagan menuju ke arah Kiaradua serta Pajampangan harus memutar balik.
Andri Pengawas PJN 2.3 kementerian Pekerjaan Umum Provinsi mengatakan jembatan darurat sebagai jalan alternatif jembatan Bojongkopo yang amblas pada bagian ujungnya mengalami kerusakan setelah diterjang banjir pada Minggu (13/4/2025) malam.
Sehingga kata Andri untuk saat ini karena kondisi cuaca masih turun hujan mengguyur, berdampak untuk sementara jembatan darurat sementara itu ditutup dulu total.
“Iya karena akan berbahaya bagi kendaraan yang memaksakan melintas,” ujar Andri.
Menurut Andri jembatan darurat Bojongkopo mengalami roboh, dimungkinkan akibat badan jembatan pada bagian tengahnya mengalami pergeseran, itu karena luapan air sungai Cidadap yang meningkat pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 Wib.
“Strukturnya geser mungkin banyak sampah kayu yang terbawa air, kejadian itu minggu jam 9 malam, sementara roda dua mungkin masih bisa lewat di jembatan asal,” terangnya.
“Tapi mungkin roda empat dengan suka rela harus putar arah, karena jika memaksa melintas akan berbahaya,” imbuhnya.
Saat ini, kata Andri jembatan awal Bojongkopo selain hanya bisa dilintasi roda dua juga bisa dilalui kendaraan darurat seperti Damkar, membawa muatan logistik serta ambulan.
“Untuk kendaraan yang urgent boleh masuk lewat jembatan Bojongkopo,” tandasnya. (stm)
































