SUKABUMITIMES.COM – Mekanisme pemberian makan bergizi gratis (MBG) kepada anak sekolah, kita akan memberikan untuk dibawa pulang. Saat puasa, makanan dibawa pulang dan dimakan waktu buka, sedangkan yang tidak berpuasa bisa dimakan di sekolah adalah ditempat sepi.
Demikian pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Istana Negara, Senin.
Lebih lanjut, Dadan mengatakan pelaksanaan MBG sudah menyentuh 2 juta anak di 38 Provinsi.
Menurut dia, per hari ini ada 693 dapur di seluruh Indonesia yang sudah beroperasi menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Minggu ini InsyaAllah sudah bisa melayani lebih dari 2 juta penerima manfaat,” kata Dadan.
Sebelumnya BGN menargetkan penyaluran MBG kepada 15 juta hingga 17,5 juta orang dengan anggaran Rp 71 triliun. Penyaluran diberikan secara bertahap yakni 3 juta orang hingga April 2025, bertambah 6 juta di Agustus Akhir, dan periode September-Desember hingga 17,5 juta orang.
Dadan memperkirakan pihaknya bisa mendapatkan tambahan anggaran sekitar Rp 25 triliun setidaknya pada bulan September-Desember mendatang untuk memperluas cakupan program MBG hingga 82,9 juta penerima manfaat. (sya)






























