SUKABUMITIMES.COM – Sepanjang sejarah Pilkada di Kabupaten Sukabumi, baru kali ini antusias masyarakat pemilih menurun drastis, yakni hanya di kisaran 53 persen atau 1.067.827 suara dari 1.983.406 DPT.
Hal ini mendapat sorotan dan kritikan dari beberapa elemen masyakarat, salah satunya dari Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Sukabumi Jaka Susila.
“Miris, Ini perlu evaluasi besar-besaran, mengingat hajat demokrasi seperti ini menelan anggaran daerah yang tidak sedikit,” kata Jaka Susila kepada sukabumitimes.com pada Selasa (3/12/2024) malam.
Menurutnya, partisipasi pemilih yang berada di bawah 60 persen itu tidak normal. Bisa kita lihat dari data hasil perhitungan (real count) sementara yang dilakukan, yang bersumber dari Model D se-Kabupaten Sukabumi (yang diinput salah satu tim paslon).
“Jumlah suara dua pasangan calon pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi hanya 1.067.827 atau kurang lebih 53,83 persen dari 1.983.406 DPT,” ujarnya.
Ia selaku Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi juga menenggarai kurangnya sosialisasi dari penyelenggara Pilkada, juga lemahnya sosialisasi Paslon beserta timnya.
“Sebagian besar masyarakat tidak kenal Paslon, baik tingkat Kabupaten maupun Propinsi. Termasuk mengenai waktu pelaksanaan Pilkada ada yang masih belum ngeuh,” Tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pemilih asal Nyalindung Asep Ibadatillah menyampaikan, ini juga bisa karena adanya kejenuhan dari masyarakat untuk memilih dalam pilkada ini.
“Kali ini saya merasa bosan untuk memilih, toh pola kampanyenya begitu begitu saja. Adapun hasilnya yang sudah sudah juga, bahwa yang jadi tidak merubah kondisi daerah dan kehidupan masyarakat ke arah lebih baik,” pungkasnya. (*sya)

































