SUKABUMITIMES.COM – Sebanyak 551 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Sukabumi siap untuk melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) serta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, meskipun dihantui oleh cuaca ekstrem yang melanda kota Sukabumi akhir-akhir ini.
Dari jumlah TPS tersebut, berdasarkan data yang berhasil dihimpun sukabumitimes.com melalui komisioner KPU Kota Sukabumi, ternyata 289 TPS yang tersebar di tujuh kecamatan atau 52 persennya di Outdoor, sisanya indoor.
Tentu ini menjadi perhatian sejumlah pihak, terutama penyelenggara KPU Kota Sukabumi, karena November ini merupakan puncak cuaca ekstrem, berupa hujan besar disertai angin kencang.
Kepala Divisi Perencanaan dan Data Informasi KPU Kota Sukabumi Nenda Suhenda mengatakan, KPU Kota Sukabumi siap untuk menyelenggarakan puncak tahapan Pilkada serentak 2024 yang akan berlangsung 27 November 2024.
“InsyaAllah Siap, kami siap untuk menggelar pemungutan dan penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar serta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi,” kata Nenda Suhenda kepada sukabumitimes.com ketika dihubungi melalui perpesanan whatshapp pada Minggu (24/11/2024).

Ketika dikonfirmasi lebih jauh mengenai jumlah TPS yang tersebar di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi, Nenda menjelaskan bahwa jumlah total TPS di Kota Sukabumi sebanyak 551 TPS.
“Adapun rincian TPS per kecamatan, yakni Kecamatan Cikole ada 106, Kecamatan Citamiang 79 TPS, Kecamatan Warudoyong 95 TPS, Kecamatan Gunungpuyuh terdiri dari 79 TPS, Kecamatan Cibeureum 71 TPS, Kecamatan Baros 60 TPS, dan Kecamatan Lembursitu 61 TPS. Jadi total semuanya TPS di Kota Sukabumi sebanyak 551 TPS,” ungkap Nenda.
Pihaknya memerinci, bahwa dari 551 TPS tersebut ada yang berlokasi di dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor).
“Jumlah TPS yang berada di lokasi indoor sebanyak 262 TPS sedangkan yang berlokasi i outdoor sebanyak 289 TPS. ini berarti ada sekitar 52 persen TPS berada di outdoor,” rincinya.
ia menjelaskan, sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem, pihaknya selain menghimbau kepada KPPS untuk meningkatkan kewaspadaan, serta jika memungkinkan memindahkan lokasi TPS dari outdoor ke indoor.
“Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan pihak BPBD Kota Sukabumi dan seluruh unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat Taufik membenarkan bahwa pihaknya memang sudah melaksanakan koordinasi dengan KPU Kota Sukabumi menghadapi pelaksanaan Pilkada serentak ini.
“Benar, kami telah berkoordinasi beberapa dengan KPU untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkada pada Rabu (27/11/2024) di Kota Sukabumi,” ungkap Novian Rahmat Taufik.
Pihaknya mensupport secara penuh pelaksanaan Pilkada di Kota Sukabumi, yang dibuktikan dengan terpasangnya tenda-tenda BPBD di PPK untuk back up giat Pilkada.
“Untuk itu kami sudah melakukan MoU demi kelancaran proses Pilkada di Kota Sukabumi,” tandasnya.
Novian melanjutkan, bahwa BPBD sudah ploting dan lakukan pemetaan daerah rawan bencana sinergitas dengan KPUD, serta lembaga terkait (Tapem).
“Di sini kami juga mengerahkan full Kekuatan Regu yang ada untuk Standby di Mako BPBD, apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, di samping itu juga kami menempatkan satu personil di tiap-tiap kecamatan (PPK) untuk memantau dan monitoring kondisi cuaca,” lanjutnya.
BPBD melakukan penebalan monitoring wilayah dengan turun sertanya para unsur pimpinan melakukan mobilisasi terhadap kekuatan pasukan yang ada di lapangan.
“Kami juga terus SIAGA Full peralatan dan fasilitas yang ada guna antisipasi dalam penanganan bencana, apabila dibutuhkan serta penggalangan unsur relawan apabila di butuhkan,” pungkasnya. (sya)

































