SUKABUMITIMES.COM – Sebuah video yang menampilkan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), tengah berseloroh mengenai kondisi Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Kang Dedi menyebut wajah Bupati Sukabumi Asep Japar terlihat lesu, dikaitkan dengan kondisi jalan rusak dan keterbatasan anggaran daerah.
“Wajahnya kelihatan lesu, duit eweuh, jalan butut, teu bisa anggeus ku ngopi, kudu neangan duit,” ujar Kang Dedi dalam potongan video yang menyebar luas.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar memilih menyikapinya dengan tenang dan penuh makna. Menurutnya, kata “ngopi” yang disinggung dalam video itu bukan sekadar soal menyeruput kopi, tapi sebuah simbol komunikasi dan refleksi bersama.
“Iya waktu itu memang kami bercanda soal ‘ngopi’. Tapi bagi saya, ngopi itu bukan hanya duduk santai minum kopi. Itu bisa jadi momen untuk ngobrol inspirasi, ngobrol soal pendidikan, ngobrol infrastruktur Sukabumi,” ujar Asep Japar kepada awak media belum lama ini.
Asep Japar menegaskan, istilah “ngopi” bisa dimaknai sebagai ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan daerah secara santai tapi bermakna.
“Ngopi itu, banyak kata istilahnya, tenang saja, kepada masyarakat kabupaten Sukabumi, kita baru bekerja baru beberapa hari, beberapa bulan,” tegasnya.
Terkait sindiran soal jalan rusak, Bupati Asep Japar tidak menampik bahwa infrastruktur memang menjadi tantangan besar. Namun, ia meminta masyarakat untuk bersabar, karena pemerintah daerah telah memprogramkan perbaikan jalan secara bertahap.
“Memang gak bisa langsung semua jalan diperbaiki sekaligus. Tapi kami sudah memprioritaskan itu. Programnya sudah disusun dan pelaksanaannya akan dilakukan bertahap. Mohon masyarakat bersabar,” jelasnya.
Dengan gaya komunikasinya yang santai namun menyentuh, Asep Japar menunjukkan bahwa ia terbuka terhadap kritik dan masukan, bahkan jika disampaikan melalui candaan.
“Yang penting komunikasi tetap terjalin, kerja nyata terus berjalan. Kritik boleh, tapi mari kita selesaikan persoalan bersama-sama,” pungkasnya. (stm)



























