Pemkot Sukabumi Mulai Bahas Peningkatan PAD: Pungutan Retribusi PKL Setiap Hari dan Seikhlasnya

SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan bagaimana upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan secepatnya.

Ini diungkapkan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat silaturahmi usai Idul Fitri 1446 H/2025 M yang digelar oleh Pemerintah Kota Sukabumi seusai pelaksanan apel pagi yang bertempat di Lapangan Apel Setda Kota Sukabumi pada Selasa (8/4/2025).

“Harus dilakukan secepatnya, sehingga pada bulan Mei 2025 ini sudah efektif dilakukan,” ujar Wali Kota Ayep Zaki ketika ditemui sukabumitimes.com seusia pelaksanan apel pagi di Lapang Setda Kota Sukabumi pada Selasa (8/4/2025).

Pihaknya juga sudah membentuk tim dengan konsep the winning Konsep, the winning sistem akan dibuat.

“Kita akan segara melakukan rapat pada Jumat lusa untuk membahas program peningkatan PAD di Kota Sukabumi,” bebernya.

Menurut Wali Kota Ayep Zaki, PAD Kota Sukabumi tahun 2024 berada diangka 436 Miliar dan akan dinaikan hingga 500 Miliar lebih, dari laporan PAD Sebelumnya.

“Kita akan melakukan normalisasi, karena PAD merupakan hak rakyat. Kedepannya, nanti akan dilakukan pemungutan setiap hari, sehingga tidak menumpuk dan ini akan diselesaikan seluruhnya sesuai dengan aturannya,” jelasnya.

Sedangkan yang terkait dengan keberadaan pedagang lapak atau kaki lima (PKL) dirinya kembali menegaskan akan diberikan ijin dengan pemberian NIB seluruhnya serta juga akan diikutsertakan dalam memberikan retribusi atau infaq.

“Retribusi ini bagi PKL nantinya tidak akan ditarget atau dipasang tarif, namun dengan penuh keikhlasan,” tandasnya.

Skema yang diharapkan oleh Wali Kota Sukabumi terkait dengan retribusi bagi PKL ini diharapkan bisa dilaksanakan setiap hari sesuai dengan kemampuan.

“Pendapatan dari infaq ini akan diterima oleh Pemkot Sukabumi dan akan digunakan untuk pembinaan dan pembuatan fasilitas UKM serta pembangunan infrastruktur. Tentu saja harapan kami ini akan menjadikan fiskal kota Sukabumi kuat,” urainya.

Menurut Ayep Zaki, selama 111 tahun kota Sukabumi menjadi salah satu kota yang memliki fiskal yang rendah atau lemah.

“Fiskal harus kita naikkan, semua itu tentu saja juga untuk kepentingan kita, dan ini tentu saja sesuai dengan data yang sudah dipelajari,” bebernya.

Masih di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menambahkan, kebijakan wali kota tentunya untuk menaikan pendapatan melalui normalisasi dan optimalisasi, tentu ada beberapa sumber yang akan menjadi prioritas peningkatan PAD, salah satunya dari rumah sakit R Syamsudin SH (RSUD Bunut), PDAM dan lain sebagainya.

“Dengan tidak adanya kebersamaan, maka pembangunan ini tidak akan signifikan. Oleh karena itu, kita butuh kebersamaan dalam melaksanakan program-program yang sudah dicanangkan pak wali kota, sehingga kita bisa kuat secara kemandirian dan secara fiskal,” pungkasnya. (rus)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *