SUKABUMITIMES.com – Mahasiswa Program Doktoral FISIPOL UGM Yogyakarta Ampy Kali, menilai kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menunjukkan konsistensi dalam menjalankan pembangunan meski berada di tengah berbagai dinamika politik dan tingginya ekspektasi masyarakat.
“Seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa sedikit kritik yang diterimanya. Ia diukur dari kemampuannya tetap bekerja, tetap fokus pada tujuan, dan tetap berpihak kepada masyarakat di tengah berbagai tekanan yang datang,” ujar Ampy Kali.
Menurutnya, memimpin sebuah daerah bukan perkara mudah. Selain harus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, seorang kepala daerah juga dituntut mampu menghadapi perbedaan pandangan, kritik, hingga tekanan politik yang kerap muncul dalam proses pembangunan.
“Harapan masyarakat sangat besar, sementara persoalan yang harus diselesaikan juga tidak sedikit. Dalam situasi seperti itu, saya melihat Ayep Zaki memilih untuk fokus bekerja dan menghadirkan hasil yang dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Ampy menilai sejumlah capaian yang berhasil diraih Kota Sukabumi dalam masa awal kepemimpinan Ayep Zaki menjadi indikator bahwa roda pembangunan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan yang ada.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah terjaganya kehidupan sosial masyarakat yang harmonis. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah.
“Kota Sukabumi semakin dikenal sebagai daerah yang mampu menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman. Ketika banyak wilayah menghadapi tantangan perpecahan sosial, kondisi yang kondusif seperti ini merupakan kekuatan besar untuk mendorong pembangunan,” ungkapnya.
Selain itu, keberhasilan Kota Sukabumi meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) juga dinilai sebagai bukti adanya semangat pembaruan dalam tata kelola pemerintahan.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari kota-kota besar. Kota Sukabumi membuktikan bahwa keberanian melakukan perubahan dan terus berbenah dapat menghasilkan pengakuan di tingkat yang lebih tinggi,” tutur Ampy.
Di bidang ekonomi, ia juga menyoroti penghargaan Terbaik II Pengendalian Inflasi Tingkat Jawa-Bali yang baru diraih Kota Sukabumi. Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Prestasi pengendalian inflasi bukan sekadar soal penghargaan. Yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan melindungi daya beli masyarakat,” katanya.
Ia menilai tiga capaian tersebut mencerminkan arah pembangunan yang jelas, yakni memperkuat kerukunan sosial, mendorong inovasi pemerintahan, dan menjaga stabilitas ekonomi warga.
“Kalau dilihat secara keseluruhan, ada arah yang cukup jelas. Kerukunan sosial dijaga, inovasi pemerintahan terus didorong, dan stabilitas ekonomi masyarakat menjadi perhatian utama,” jelasnya.
Meski demikian, Ampy menegaskan perjalanan pembangunan Kota Sukabumi masih panjang. Ia menilai tantangan ke depan akan semakin kompleks dan membutuhkan konsistensi dari seluruh pemangku kepentingan.
“Perjalanan ini tentu belum selesai. Tantangan yang akan dihadapi ke depan mungkin jauh lebih berat. Dalam dunia politik, kritik, perbedaan pendapat, dan tekanan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.
Ampy kemudian mengibaratkan kepemimpinan Ayep Zaki seperti ikan salmon yang berenang melawan arus untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
“Saya melihat kepemimpinan Ayep Zaki seperti ikan salmon yang berenang melawan arus. Bukan karena ingin terlihat berbeda, tetapi karena memiliki tujuan yang jelas. Semakin besar tujuan yang ingin dicapai, biasanya semakin deras pula arus yang harus dihadapi,” ucapnya.
Menurut Ampy, pada akhirnya masyarakat akan memberikan penilaian berdasarkan hasil nyata yang dirasakan, bukan dari ramainya perdebatan politik yang terjadi saat ini.
“Yang akan diingat masyarakat bukan riuhnya perdebatan politik hari ini. Yang akan mereka rasakan dan nilai adalah apakah ekonomi bergerak, pelayanan publik membaik, kerukunan tetap terjaga, dan harapan terhadap masa depan semakin kuat. Itu yang akan menjadi ukuran keberhasilan seorang pemimpin,” pungkasnya. (*/sya)



























