SUKABUMITIMES.com — Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Sukabumi Ida Halimah mengungkapkan pihaknya langsung gerak cepat (Gercep) menangani korban kecelakaan yang diakibatkan rusaknya jalan Ciaul Pasir beberapa waktu lalu.
Hal ini diungkapkannya kepada sukabumitimes.com ketika ditemui di ruang kerjanya pada Senin (6/4/2026) siang.
“Yang jelas kami dari Dinas Kesehatan begitu ada respon aduan ataupun informasi ada kecelakaan, kita langsung menghubungi UPT Penunjang PSC 119. Jadi kami langsung terjun ke lokasi mengecek korban,” ujar Kadis Ida Halimah.
Bahkan, masih kata Kadinkes, tim kami langsung melakukan kunjungan lanjutan pada hari yang sama untuk memastikan kondisi korban secara menyeluruh.
“Secara umum masih bisa dilakukan perawatan di rumah. Kami dari UPT PSC 119 juga memiliki program home care, jadi petugas kami akan terus memantau korban dengan kunjungan langsung ke rumah. Salah seorang korban yang bernama Ujang masih bisa menjalani perawatan di rumah dengan pengawasan intensif,” jelas Ida.
Melalui program tersebut, tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat akan melakukan pemeriksaan rutin, pemberian obat, hingga perawatan luka secara berkala. Pemantauan bahkan dilakukan setiap hari hingga korban benar-benar pulih.
“Setiap hari akan kita cek kondisinya sampai betul-betul sembuh. Yang jelas kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan intervensi,” tambahnya.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan, kejadian yang menimpa Ujang bukanlah kasus tunggal. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat beberapa korban lain yang mengalami kecelakaan di titik yang sama.
“Informasi yang dilaporkan ada empat, tetapi setelah koordinasi dengan pihak kecamatan, data yang sudah terkonfirmasi baru tiga orang, sementara satu lainnya masih dalam proses komunikasi,” ungkap Ida.
Dari seluruh korban, Ujang menjadi yang paling parah. Ia mengalami luka di bagian pelipis dan memiliki riwayat hipertensi yang membuat kondisinya perlu perhatian khusus. Sementara itu, dua korban lainnya yang merupakan remaja hanya mengalami luka ringan.
“Hanya Pak Ujang yang kondisinya lebih parah. Yang dua remaja itu hanya lecet-lecet seperti tergores, dan obatnya juga sudah diberikan,” jelasnya lagi.
Ida menegaskan bahwa pola penanganan yang dilakukan pihaknya bersifat proaktif, atau jemput bola. Petugas kesehatan tidak menunggu korban datang ke fasilitas medis, melainkan langsung mendatangi rumah pasien.
“Jadi mereka tetap di rumah, kita yang kunjungi. Petugas kami langsung melihat kondisi korban di lokasi,” katanya.
Sejauh ini, seluruh korban dinyatakan belum memerlukan rujukan ke rumah sakit dan cukup menjalani perawatan di rumah dengan pengawasan intensif dari tim medis. (sya)























