SUKABUMITIMES.com — Direktur UOBK RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Yanyan Rusyandi, menyampaikan bahwa inovasi di lingkungan rumah sakit harus berangkat dari persoalan nyata yang ditemukan dalam pelayanan sehari-hari.
Hal itu disampaikannya dalam Festival Inovasi Rumah Sakit 2026 yang mengusung tema “Innovate to Elevate: Efisiensi Cerdas, Mutu Berkualitas, Patient Safety Teratas”.
Menurut Yanyan, inovasi bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, tetapi harus mampu menjawab kesenjangan antara kondisi yang diharapkan dengan kenyataan di lapangan.
“Inovasi selalu dimulai dari gap, ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kenyataan,” ujar Yanyan pada Jumat (2/10/2026)
Ia mengatakan, kesenjangan tersebut kemudian harus dijembatani melalui solusi yang tepat dan dapat diterapkan dalam pelayanan rumah sakit.
“Bagaimana solusi dilakukan untuk bisa menjembatani gap tersebut melalui inovasi,” katanya.
Festival Inovasi Rumah Sakit 2026 sendiri telah dimulai sejak Januari 2026. Dari rangkaian proses tersebut, terkumpul sebanyak 58 inovasi yang kemudian melalui tahapan seleksi hingga terpilih 28 inovasi untuk masuk babak final.
Dari 28 inovasi yang lolos, sebanyak 14 inovasi bergerak pada bidang tata kelola rumah sakit. Sementara 14 inovasi lainnya berfokus pada pelayanan publik.
Yanyan menegaskan, sebuah inovasi tidak cukup hanya menarik ketika dipresentasikan. Lebih dari itu, inovasi harus memiliki manfaat yang jelas dan dapat terus dijalankan.
“Inovasi tidak hanya menghasilkan sesuatu yang baru,” jelasnya.
Menurutnya, keberlanjutan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhitungkan sejak inovasi dirancang.
“Harus ada keberlanjutan,” tegasnya.
Selain itu, setiap gagasan juga perlu mempertimbangkan konsekuensi dari pilihan yang diambil, termasuk dari sisi sumber daya dan manfaat yang dihasilkan.
“Harus dapat menghitung opportunity cost,” kata Yanyan.
Ia berharap inovasi yang lahir dari lingkungan RSUD R Syamsudin SH benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Dampaknya harus terasa ke masyarakat,” ujarnya.
Final Festival Inovasi Rumah Sakit 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 30 September dan 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah bersama jajaran terkait.
Kehadiran para pemangku kepentingan bidang kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi sekaligus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kota Sukabumi.
Dalam festival tersebut, berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, penyederhanaan proses pelayanan, peningkatan mutu hingga keselamatan pasien. (rus)



























