Tim NRW Perumda AM TBW Kota Sukabumi: Berburu Kebocoran di Jantung Sumber Air Cinumpang

SUKABUMITIMES.com – Di saat sebagian besar warga Kota dan Kabupaten Sukabumi terlelap dalam tidurnya, sekelompok pria berseragam tampak sibuk di kegelapan malam. Dengan senter di tangan dan alat deteksi canggih di telinga, mereka menyusuri jalanan sepi, mendengarkan “bisikan” dari dalam tanah.

Inilah Tim Penurunan Kehilangan Air atau Non-Revenue Water (NRW) milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi yang sedang menjalankan misi penting, yakni menyelamatkan setiap tetes air bersih bagi pelanggan.

Dipimpin oleh Ila Rahayu sebagai Ketua Tim, pasukan khusus ini dibentuk dengan target percepatan penanganan kebocoran air yang selama ini menjadi tantangan klasik di dunia perpipaan. Salah satu strateginya adalah dengan Patroli malam hari.

Bukan tanpa alasan patroli dilakukan di waktu malam. Kondisi lingkungan yang hening sangat diperlukan untuk melakukan Step Test, sebuah metode buka-tutup katup (valve) guna mengisolasi aliran air dan memetakan titik mana yang mengalami kehilangan tekanan secara drastis.

“Kami melakukan pencarian dengan sistem zona per zona dalam satu wilayah. Fokus kami saat ini adalah Captive atau menangkap sinyal kebocoran di bawah tanah,” ujar Ketua Tim NRW Ila Rahayu kepada sukabumitimes.com pada Rabu (11/2/2026).

Meski Perumda AM TBW Kota Sukabumi secara skala perusahaan tergolong kecil dibandingkan kota-kota besar lainnya, mereka tidak main-main dalam urusan teknologi.

Tim ini dibekali dengan alat pendeteksi kebocoran bernama Groudmic yang mampu menangkap frekuensi suara pipa bocor di kedalaman tertentu.

Tak hanya itu, mereka juga menggunakan Digital Flow Meter untuk memastikan akurasi debit air yang masuk dan keluar dari satu zona haruslah seimbang.

“Alat-alat ini hanya bisa dioperasikan oleh mereka yang sudah ahli atau profesional di bidangnya. Butuh kepekaan tinggi untuk membedakan suara aliran air normal dengan suara kebocoran pipa,” tambah Ila Rahayu yamg saat ini juga menjabat Kepala Cabang Sukabumi 3.

Baru-baru ini, tim yang berjumlah lima orang personil ini berhasil mengendus kehilangan air dalam skala yang lumayan besar di wilayah pelayanan Cabang Sukabumi 3, tepatnya di Zoning Penclut, wilayah Kadudampit.

Setelah melalui penyisiran yang melelahkan, tim menemukan pipa berukuran 3 inci yang mengalami kebocoran di tiga titik sekaligus. Kebocoran ini jika dibiarkan tentu akan sangat merugikan, baik dari sisi operasional maupun kualitas pelayanan kepada pelanggan di wilayah tersebut.

Perjuangan tim di lapangan tidaklah mulus. Ila Rahayu mengakui bahwa aksesori pipa yang terkadang belum tersedia tepat waktu serta medan lokasi yang sulit dijangkau seringkali menjadi penghambat kecepatan perbaikan. “Pipa-pipa seringkali tertanam di lokasi yang kini telah tertutup bangunan permanen atau berada di lereng yang curam,” ujarnya.

Meski demikian, manajemen Perumda AM TBW telah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

“Setiap penemuan kebocoran harus segera ditangani. Target kami, tidak boleh lebih dari satu bulan, semua titik yang ditemukan harus sudah beres diperbaiki,” tegas Ketua TIm NRW.

Upaya pencarian kebocoran air secara bergiliran ini akan terus dilakukan ke zona-zona lain.

Sementara itu, Direktur PDAM Kota Sukabumi, Dian Apriandi, menegaskan bahwa pergerakan tim NRW saat ini memang sedang dipusatkan di Cabang Sukabumi 3 yang meliputi wilayah Cisaat dan sekitarnya. Hal ini sesuai dengan arahan langsung dari Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.

“Di Cabang Sukabumi 3 ini jumlah pelanggannya paling banyak, otomatis potensi pendapatannya juga besar. Selain itu, secara geografis wilayah ini yang paling dekat dengan sumber air utama kita, Cinumpang,” jelas Dian Apriandi.

“Dengan membenahi kebocoran di area hulu atau yang terdekat dengan sumber air, diharapkan distribusi air ke wilayah lain akan semakin stabil,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *