Wali Kota Sukabumi Ingin BUMD Merubah Mindset, Berorientasi Profit dan Mampu Berkontribusi pada PAD

SUKABUMITIMES.com — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Sukabumi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mengubah pola pikir dalam pengelolaan perusahaan daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam pengarahan kepada jajaran Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) dan PD Waluya dalam rapat yang digelar di Opproom Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi pada Selasa (10/3/2026).

Wali Kota menegaskan bahwa BUMD tidak hanya memiliki fungsi pelayanan publik, tetapi juga harus mampu menjadi entitas bisnis milik daerah yang dikelola secara profesional serta menghasilkan keuntungan yang sehat bagi perusahaan.

“BUMD harus mengubah mindset. Jangan hanya dipandang sebagai lembaga pelayanan masyarakat, tetapi juga sebagai entitas bisnis milik daerah yang harus dikelola secara profesional dan mampu menghasilkan keuntungan,” ujar Ayep Zaki.

Menurutnya, keberadaan BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan tata kelola perusahaan yang baik agar dapat memberikan manfaat yang optimal, baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

Ia menambahkan, keuntungan yang dihasilkan BUMD nantinya juga akan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi. Dengan demikian, perusahaan daerah diharapkan mampu menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi daerah.

“Kalau BUMD dikelola dengan baik, profesional, dan memiliki orientasi bisnis yang jelas, maka bukan hanya perusahaan yang sehat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan PAD,” kata dia.

Ayep Zaki juga menekankan pentingnya penguatan kinerja perusahaan melalui penerapan strategi manajemen yang dikenal dengan konsep 5M, yakni Man, Management, Material, Machine, dan Money.

Menurutnya, kelima unsur tersebut harus berjalan secara seimbang agar perusahaan dapat berkembang secara optimal.

“Perusahaan yang kuat harus ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten, manajemen yang baik, ketersediaan material yang memadai, dukungan teknologi atau mesin yang tepat, serta pengelolaan keuangan yang sehat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah perusahaan. Oleh karena itu, jajaran BUMD diminta untuk terus meningkatkan kapasitas, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, manajemen perusahaan juga harus mampu menyusun strategi bisnis yang efektif agar perusahaan daerah dapat bersaing dan berkembang di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan kondisi aset yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan daerah. Perumda Tirta Bumi Wibawa diketahui memiliki aset sekitar Rp83 miliar, sementara PD Waluya memiliki aset sekitar Rp313 juta.

Dengan nilai aset tersebut, Ayep Zaki berharap kedua BUMD tersebut mampu mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan.

“Dengan aset yang dimiliki, saya berharap BUMD mampu menghasilkan profit minimal 10 persen dari nilai aset yang ada,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar setiap tahun perusahaan daerah mampu meningkatkan pertumbuhan keuntungan secara berkelanjutan. Hal ini dinilai penting agar BUMD dapat terus berkembang menjadi perusahaan yang sehat dan berdaya saing.

“Targetnya bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga bagaimana setiap tahun ada pertumbuhan. Jadi perusahaan tidak stagnan, tetapi terus berkembang,” jelasnya.

Ayep Zaki menegaskan bahwa integritas dan komitmen kerja seluruh jajaran menjadi faktor penting dalam mewujudkan BUMD yang kuat dan profesional. Tanpa integritas, menurutnya, perusahaan akan sulit berkembang meskipun memiliki aset dan potensi usaha yang besar.

“Integritas, profesionalisme, dan komitmen kerja adalah kunci. Kalau itu dijaga dengan baik, maka BUMD Kota Sukabumi bisa berkembang menjadi entitas bisnis yang sehat dan kuat,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan BUMD di Kota Sukabumi tidak hanya fokus pada pelayanan dasar, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai peluang usaha baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Dengan pengelolaan yang profesional dan strategi bisnis yang tepat, Wali Kota optimistis BUMD Kota Sukabumi dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jika BUMD berkembang dengan baik, dampaknya akan kembali kepada masyarakat. Pembangunan bisa berjalan lebih baik dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” pungkas Ayep Zaki. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *