SUKABUMITIMES.COM – Koordinator Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan Tim Susukecir Budi Adinata mengungkapkan bahwa dirinya menyambut dukungan dari Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait rencana penggabungan Sukalarang, Sukaraja, Kebonpedes, Cireunghas (Susukecir) ke Kota Sukabumi.
Hal tersebut diungkapkan Budi Adinata ketika dihubungi sukabumitimes.com pada Rabu (3/12/2025).
“Tentu kami sangat senang sekali dengan adanya dukungan dari komisi 2 DPR RI ini atas perjuangan yang sudah lama supaya wilayah Susukecir bisa bergabung dengan Kota Sukabumi,” ungkapnya.
Budi merasa penantian panjang dari perjuangan, yakni selama 21 tahun tidak sia-sia dan mulai ada titik terang.
“Kami mendengar langsung dukungan tersebut dari bapak Aria Bima Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI dan 6 Anggota DPR-RI lainnya notabene komisi yang membidangi penggabungan ini,” ujar Budi.
Ketika ditanya, apa langkah dan agenda ke depan telah mendapat dukungan dari DPR RI, Budi Adinata mengatakan bahwa justru akan semakin sangat berjuang demi penggabungan ini.
“Kami akan lebih intens berkomunikasi mencari dukungan selain dengan tokoh-tokoh masyarakat Susukecir lainnya,” tandasnya.
Bukan hanya itu, lanjut Budi, pihaknya juga berencana berkirim surat audiensi ke DPRD Kabupaten Sukabumi.
“Juga kami akan bekerjasama dengan tim pengkajian dari UGM, barangkali memerlukan dokumen pendukung untuk menyampaikan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai syarat penggabungan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Kuningan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI Dalam Rangka Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Masa Persidangan II tahun 2025 – 2026 Aria Bima yang sekaligus Wakil Ketua Komisi menegaskan bahwa rencana penggabungan Susukecir ke Kota Sukabumi bukan sekadar perluasan wilayah
“Namun ini lebih didorong akan kebutuhan peningkatan akses layanan publik dan perkembangan wilayah, ya memang secara fungsional sudah terhubung dengan Kota Sukabumi,” tegasnya.
Menurutnya apa yang sudah dilakukan, terutama masalah kajian yang dilakukan bersama akademisi, termasuk dari UGM, sudah komprehensif karena mempertimbangkan banyak aspek.
“Seperti aspek geografis, sosial, ekonomi, birokrasi, pariwisata, dan pertanian. Sehingga secara sosial dan ekonomi Susukecir dengan kota Sukabumi dalam hal penggabungan ini bersifat realistis,” pungkas Aria Bima. (sya)



























