SUKABUMITIMES.COM – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sukabumi Ranty Rahmatilah Zaki berpendapat bahwa yang namanya Dekranasda itu merupakan wajah suatu kota yang tercermin dalam satu tempat.
Hal ini diungkapkan oleh Ranty Rahmatilah Zaki dihadapan sukabumitimes.com sesaat setelah melakukan peletakan batu pertama gedung Dekranasda kota Sukabumi bertempat di kawasan Rengganis pada Selasa (1/7/2025).
“Dekranasda itu nanti sepertinya wajah suatu kota yang tercermin dalam satu tempat. Orang bisa melihat ada kriya, ada fashion, dan juga produk UMKM dan itu produk asli daerah terebut,” ungkap Istri Wali Kota Sukabumi Ranty Rahmatilah Zaki.
Ranty mencontohkan salah satu produk Kota Sukabumi yang mempunyai keunggulan tersendiri dan kalau bisa dikelola dengan baik pasti bisa menjadi kekhasan kota Sukabumi.
“Sebagai salah satu contoh nasi liwet instan seperti mie, tinggal langsung di masak sehingga praktis dan kemudian tinggal di makan,” ujarnya.
“Ada satu lagi produk yang berpotensi kekhasan selain moci, yaitu rendang Mak Idar. Dimana rendang ini tanpa pengawet namun bisa bertahan sampai satu tahun,” tambahnya.
Dekranasda itu sebagai upaya memudahkan mengenalkan produk asli kota Sukabumi. Nanti jika ada tamu tinggal mengarahkan dan melihat semua produk asli kota Sukabumi di sana.
“Bisa kita ajak tamu yang datang untuk melihat berbagai macam koleksi yang ada di sini. Dibuat di kota Sukabumi dan dipasarkan di kota Sukabumi,” jelas Ranty Rahmatilah.
Dirinya mengakui, pengrajin di Kota Sukabumi sampai saat ini masih dapat di hitung dengan jari.
“Untuk itu, saya akan turun langsung mengkurasi barang-barangnya supaya nanti memastikan bahwa barang tersebut memang asli produk kota Sukabumi,” tekadnya.
Mengenai keberadaan UMKM dari Kota Sukabumi yang akan digandeng oleh Dekranasda, Ranty menjelaskan saat ini sudah ada sebagian produk asli kota Sukabumi.
“Salah satunya adalah batik Lokatmala, ada juga Tumbler yang terbuat dari bambu itu produk kota Sukabumi. Terkadang ada produk yang justru terkenal di luar daerah, sedangkan kita yang dari kota Sukabumi justru tidak mengetahuinya,” jelasnya.
Ranty juga sempat menyinggung keberadaan produk kriya asli Sukabumi, yakni batik Lokatmala. Produk ini harus menjadi kebanggan orang kota Sukabumi. Karena batik ini dari awal Sampai akhir produksi dilakukan di kota Sukabumi.
“Harapannya mampu menyerap orang yang di kota Sukabumi, oleh orang kota Sukabumi, dan untuk orang kota Sukabumi,” pungkasnya. (sya)

























