SUKABUMITIMES.com – Ketua STAI Al-Masudiyah Sukabumi, Syamsul Rija, menegaskan bahwa kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Kopertais Wilayah II Jawa Barat Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas kelembagaan sekaligus meningkatkan daya saing kampus.
Kegiatan yang menghadirkan tim visitor, Mulyana dan Aang Mahyani, tersebut menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi, mulai dari kualitas sumber daya manusia (SDM), tata kelola kelembagaan, sarana prasarana, hingga peningkatan jumlah mahasiswa.
Syamsul Rija menyampaikan, pihaknya menjadikan Monev tersebut sebagai kesempatan untuk melihat kembali berbagai kekurangan sekaligus merumuskan langkah pembenahan agar STAI Al-Masudiyah semakin berkembang.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum penting bagi kami untuk melakukan refleksi dan pembenahan kelembagaan. Ada beberapa aspek yang harus terus ditingkatkan, mulai dari kualitas dosen, sarana dan prasarana, tata kelola kampus, hingga peningkatan jumlah mahasiswa,” ungkapnya pada Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, pengembangan kampus tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami juga memiliki komitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu. Kami ingin kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dapat dirasakan oleh lebih banyak kalangan,” tegasnya.
Sementara itu, dalam arahannya, tim visitor Mulyana dan Aang Mahyani menekankan pentingnya STAI Al-Masudiyah menjaga dan melanjutkan perjuangan serta nilai-nilai keteladanan K.H. Syaikhuna Rd. Didi Jayadinata sebagai pendiri.
Menurut tim visitor, ikatan historis dengan pendiri harus menjadi kekuatan moral sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk membangun institusi pendidikan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selain penguatan nilai sejarah dan perjuangan pendiri, tim visitor juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk mendorong kemajuan kampus.
Salah satu perhatian utama adalah peningkatan jumlah mahasiswa minimal 10 persen setiap tahun. Target tersebut perlu didukung strategi pemasaran yang lebih efektif, termasuk optimalisasi media sosial seperti YouTube, Facebook, dan berbagai platform digital lainnya.
Kampus juga didorong untuk mulai mengembangkan sistem perkuliahan hybrid dengan memadukan pembelajaran daring dan luring agar pelayanan pendidikan semakin fleksibel dan mampu menjangkau lebih banyak mahasiswa.
Pada aspek peningkatan SDM, kualifikasi akademik dosen menjadi perhatian penting. Para dosen diharapkan melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral (S3), sekaligus meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Penguatan kualitas dosen harus menjadi perhatian bersama. Peningkatan kualifikasi akademik melalui studi lanjut S3, serta produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, merupakan bagian penting dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” demikian salah satu poin arahan dalam kegiatan Monev tersebut.
Tidak hanya itu, penguatan manajemen kampus juga menjadi pekerjaan penting. Penerapan tata kelola profesional, ketertiban administrasi, serta pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten dinilai menjadi fondasi untuk membangun institusi yang sehat dan berkualitas.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah pentingnya institutional branding atau penguatan identitas kelembagaan. STAI Al-Masudiyah perlu memiliki citra dan keunggulan yang jelas agar semakin dikenal serta mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Penguatan branding tersebut dapat dilakukan melalui publikasi kegiatan akademik, prestasi dosen dan mahasiswa, serta pengelolaan media digital secara kreatif dan berkelanjutan.
Tim visitor juga mendorong penyusunan roadmap atau peta jalan pengembangan kampus sebagai pedoman dalam menentukan arah kemajuan institusi.
Peta jalan tersebut harus mencakup pembenahan tata kelola dan pelayanan akademik, peningkatan kualitas SDM, pengembangan sarana prasarana, penguatan tridarma perguruan tinggi, hingga peningkatan jumlah mahasiswa dan reputasi kelembagaan.
Setiap program juga harus memiliki target yang jelas, indikator keberhasilan, penanggung jawab, serta evaluasi berkala agar seluruh proses pengembangan dapat berjalan terarah dan terukur.
Hasil Monev Kopertais Wilayah II Jawa Barat Tahun 2026 ini selanjutnya menjadi bahan refleksi sekaligus dasar bagi STAI Al-Masudiyah Sukabumi dalam menyusun program tindak lanjut.
Syamsul Rija berharap, berbagai rekomendasi yang disampaikan tim visitor dapat menjadi pemacu semangat seluruh sivitas akademika untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Berbagai masukan dan rekomendasi ini tentu menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kami. Harapannya, tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui program nyata demi kemajuan STAI Al-Masudiyah Sukabumi,” pungkasnya. (*/sya)

































