SUKABUMITIMES.COM – Di tengah pesatnya perkembangan pendidikan modern, SMP IT Hayathan Toyyibah (Hatoy) Kota Sukabumi tetap memegang teguh nilai-nilai tradisi yang sarat akan makna. Salah satunya adalah tradisi “Ngubek Kulah”, sebuah kegiatan menangkap ikan bersama di kolam yang rutin dilaksanakan sebagai penutup masa pengenalan siswa baru atau yang dikenal di sekolah ini dengan nama “Mata Hati” (Masa Ta’aruf Hayathan Toyyibah).
Kepala SMP IT Hatoy, Sutrisno, menuturkan bahwa Ngubek Kulah bukan sekadar kegiatan bermain di air, melainkan sarana pendidikan yang dikemas secara menyenangkan.
“Setiap akhir kegiatan orientasi, kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tapi juga merasakan kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan yang membekas,” tutur Sutrisno ketika diwawancarai sukabumitimes.com di Kampusnya pada Rabu (16/7/2025)
Lebih dari itu, Sutrisno menyebutkan sejumlah nilai edukatif yang dibangun dari tradisi ini:
- Kerja sama tim,
- Interaksi sosial yang sehat,
- Etika dalam menghargai sesama,
- Penerapan sikap toleransi, dan
- Kebahagiaan dalam belajar.
“InsyaAllah, ketika anak-anak merasa bahagia di sekolah, maka ilmu pun akan lebih mudah mereka serap,” ujar Sutrisno dengan penuh keyakinan di lokasi sekolah.
Yang menarik, kolam ikan ini diisi atas inisiatif para siswa sendiri. Setiap siswa baru membawa 1 kilogram ikan mas, yang kemudian ditebar ke kolam untuk dijadikan bagian dari acara Ngubek Kulah.
Kegiatan dilaksanakan secara terpisah antara ikhwan dan akhwat, demi menjaga nilai-nilai kesopanan dan kesantunan.
Ikan hasil tangkapan dikumpulkan, lalu dihitung dan dibagi rata sebagai bentuk kebersamaan.
“Kami tidak menonjolkan persaingan, tapi lebih kepada nilai kerja sama dan keadilan,” tambah Sutrisno.
Tak hanya itu, semangat disiplin juga ditanamkan sejak dini. Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat terkait dimulainya pembelajaran pada pukul 06.30 pagi, SMP IT Hatoy justru menyambutnya dengan antusias.
“Bahkan sebelum pukul 6, anak-anak sudah banyak yang hadir. Ini adalah bentuk implementasi dari pendidikan karakter,” jelasnya.
Tradisi ini telah menjadi warisan khas SMP IT Hatoy sejak sekolah ini berdiri. Tak sedikit alumni yang selalu bertanya apakah tradisi ini masih dilaksanakan menjadi bukti bahwa Ngubek Kulah telah menorehkan kesan mendalam dalam memori mereka.
“Semoga anak-anak yang mengikuti MPLS ini dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakidah kuat, berakhlak mulia, dan kelak menjadi insan yang sukses di dunia maupun akhirat,” pesannya.
“Dengan tradisi seperti Ngubek Kulah, SMP IT Hatoy bukan hanya mencetak siswa yang pintar, namun juga membentuk pribadi yang tangguh, santun, dan berjiwa sosial tinggi,” pungkasnya. (rus)

























