Kehadiran ASN Kota Sukabumi Tembus 96 Persen, BKPSDM Waspadai Modus Akal-akalan Presensi Digital

SUKABUMITIMES.com – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, mengungkapkan bahwa tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi rata-rata telah mencapai 96 persen. Capaian tersebut menjadi indikator positif penerapan sistem pengawasan kedisiplinan melalui aplikasi presensi digital SUKA-SAI

Hal tersebut diungkapkan Taufik Hidayah ketika diwawanacarai awak media setelah pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat di lingkungan Kota Sukabumi pada Senin..

“Rata-rata sekarang 96 persen,” ungkap Taufik saat memaparkan perkembangan kedisiplinan ASN.

Menurutnya, penerapan aplikasi SUKA-SAI sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Kendala yang ditemukan lebih banyak berkaitan dengan penyesuaian perangkat yang digunakan oleh masing-masing pegawai, terutama pengguna telepon seluler berbasis iPhone.

“Kalau aplikasinya sudah bagus, tinggal kita sebagai penggunanya. Mungkin ada yang pakai iPhone, belum pakai Android,” terangnya.

Taufik menjelaskan, perbedaan sistem operasi Android dan iOS menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyesuaian penggunaan aplikasi tersebut.

Meski begitu, BKPSDM tetap mewaspadai kemungkinan adanya oknum ASN yang mencoba mencari celah untuk memanipulasi sistem kehadiran.

Menurutnya, praktik mengakali absensi bukan hal baru dan pernah terjadi pada penerapan sistem presensi sebelumnya.

“Di mana-mana kalau frame pikirannya negatif, ya diakali. Bukan hanya masalah presensi di kita, mungkin di negara lain juga,” katanya.

Ia mencontohkan, pada masa penggunaan mesin fingerprint, pernah ditemukan berbagai cara untuk mengakali sistem pemindai kehadiran. Bahkan, ketika presensi mulai menggunakan perangkat mobile, muncul pula modus manipulasi lokasi menggunakan fake GPS.

“Perkembangan presensi dari mulai dulu pakai fingerprint, itu kan diakali. Ditempel permen karet atau cara-cara lain. Dulu pakai mobile yang sebelumnya menggunakan fake GPS,” bebernya.

Karena itu, BKPSDM Kota Sukabumi terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan aplikasi SUKA-SAI agar sistem pengawasan kehadiran ASN semakin optimal serta mampu menutup berbagai kemungkinan kecurangan.

“Kalau yang sekarang mungkin saja ada, tetapi kami mengembangkan sistem. Mudah-mudahan tidak bisa diakali. Itu ikhtiar kita,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *